Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Ikut Bimtek di Zona Merah

Anggota DPRK Bener Meriah Harus Diswab

SAMSUDDINDirektur LSM CI, Kharuddin
A A A

BENER MERIAH - LSM Cempege Institute (CI) meminta anggota DPRK Bener Meriah untuk melakukan SWAB setelah selesai mengikuti Bimtek yang gelar di Kota Medan. Tidak ada jaminan mereka tidak keluyuran.

Direktur LSM CI, Kharuddin mengatakan alasan meminta rombongan Bimtek harus diuji swab, dikarenakan Medan adalah Zona merah penyebaran COVID19.

"Kedua tidak ada jaminan selama di Medan mereka tidak keluyuran dan tidak bersentuhan dengan yang lain,"kata Kharuddin kepada Wartawan, Jum'at (18/9/2020).

Itu sebabnya, untuk menjamin para anggota DPRK Bener Meriah dan rombongan bebas dari COVID-19, dan memastikan akurasi hasil COVID-19 adalah dengan SWAB bukan dengan rapid test.

Rapid test, kata Kharuddin tidak bisa dijadikan dasar untuk mendeteksi seseorang mengidap COVID-19 atau tidak.

Lalu, LSM Cempege Institute meminta hasil uji SWAB untuk anggota DPRK disampaikan secara terbuka, agar kemudian masyarakat juga percaya. DPRK bisa kerja sama dengan Laboratorium Unsyiah untuk melakukan uji SWAB secara mandiri.

"Ini sangat kacau sekali, jika kemudian anggota DPRK dan rombongan tidak dilakukan SWAB, ketakutan kita akan ada cluster DPRK dalam penyebaran COVID-19 di kabupaten Bener Meriah. Maka penting sekali dilakukan SWAB untuk mereka,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...