Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Tinjau Jalan Rusak di Desa Ujung Kalak

Anggota Dewan Aceh Barat Kecewa dengan Sikap Pemerintah

VINDA EKA SAPUTRAAngota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat yang terdiri dari Ramli SE dan H Kamaruddin melihat langsung kondisi jalan yang ditanami pohon oleh warga di desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (26/10/2019).
A A A

ACEH BARAT-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat yang terdiri dari Ramli SE dan H Kamaruddin melihat langsung kondisi jalan yang ditanami pohon oleh warga di desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (26/10/2019).

Dalam kesempatan itu, H Kamaruddin mengatakan, bahwa kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan,dan merupakan jalan menuju tempat wisata bersejarah jadi sudah seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah setempat.

"Kami dari DPRK sangat mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki jalan ini karena ini akses menuju tempat wisata dan sebagai penunjang ekonomi kabupaten Aceh Barat,” pinta Kamaruddin.

Senada dengan Ramli SE,  dia meminta pemerintah jangan diam karena hal ini sudah lama terjadi. Bahkan pada tahun 2019 ada anggara sebesar 1 milyar lebih yang digunakan untuk pemeliharaan jalan kabupaten.

"Dana itulah yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak atau berlobang,” ucapnya.

Ramli juga merasa kecewa dengan pemerintah karena keadaan jalan yang seperti itu.

"Apa lagi pemerintahan sekarang sudah berjalan dua tahun," tandasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...