Satu unit rumah warga di Kampung Jungke Kecamatan Permata, Bener Meriah hangus dilalap sijago merah, Jumat ( 29/5/2020) sekira pukul 14:30 WIB. Peristiwa tersebut diduga akibat arus pendek listrik (Korsleting listrik).

Komisi VI DPRA:

Anggaran Refocussing Dikembalikan ke Dinas Pendidikan Dayah

ISTIMEWAKetua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah dalam rapat tertutup dengan pihak Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Selasa, 5 Mei 2020.
A A A

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh merealokasikan anggaran dayah yang alokasikan di dinas Pendidikan Dayah Aceh sebesar Rp205 miliar untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Aceh.

Namun pemotongan anggaran dayah tersebut dianulir oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh DPRA. Supaya ada kesepahaman dan kata sepakat mengenai hal itu, Komisi VI DPRA mengadakan rapat tertutup dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk membahas tindak lanjut pemotongan anggaran yang rencananya akan digunkan untuk penanggulangan covid-19.

Akhirnya dewan menolak pemotongan anggaran pendidikan dayah di-refocussing dan realokasi anggaran untuk penanganan dampak pandemi Coro

Dewan menilai banyak alokasi anggaran di program lain yang lebih memungkinkan, tapi tidak dipotong.

Usai rapat di ruang serbaguna DPRA, Ketua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah kepada wartawan mengatakan, rapat yang dilakukan dengan Dinas Pendidikan Dayah untuk mengetahui lebih detail tentang proses atau wacana pemotongan anggaran dayah untuk penanganan Covid-19 di Aceh.

“Dari hasil musyawarah, kami menyimpulkan, anggaran di Dinas Pendidikan Dayah yang rencananya akan digunakan untuk penanganan Covid-19, tapi kami tetap meminta uang itu tidak dipotong, jika sudah dialihkan dikembalikan lagi ke Dinas Dayah, karena ini menyangkut kehidupan masyarakat banyak, khususnya para santri dayah,” kata Irawan Abdullah, Selasa (5/5/2020).

Ia menambahkan, ketika nanti masa pandemi virus corona telah normal kembali, para santri akan kembali ke dayah, kadang- kadang mereka tidak ada tempat belajar lagi, bahkan ada dayah yang bangunan lamanya sudah dirobohkan, karena sebelumnya sudah dijanjikan oleh pemerintah akan mendapatkan bantuan di tahun 2020.

“Kita tadi bersama- sama sepakat supaya anggaran Pendidikan Dayah yang dipotong, sebesar Rp205 miliar ini dikembalikan lagi ke Badan Dayah," imbuhnya.

Pada prinsipnya kata Irawan Abdullah, pihak Dinas Pendidikan Dayah sepakat dengan apa yang diajukan oleh Komisi VI.

"Tapi prosesnya itu memang harus melalui prosedur yang berlaku di dalam proses penganggaran. Artinya ini akan kami sampaikan kepada tim TAPA,” tegas Irawan.

Wakil Ketua Komisi VI, Tu Haidar menambahkan, pihaknya sangat berharap agar dana refocussing dari Dinas Pendidikan Dayah segera di kembalikan agar dapat membantu dayah yang juga terdampak dari pandemi Covid-19 ini.

Tu Haidar juga menegaskan, apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh yaitu melakukan pemotongan dana untuk dayah di Aceh, supaya dikembalikan.

“Kami berharap, anggaran ini harus dikembalikan,” tegas Haidar.

Menurutnya, kalau pemerintah ada kemauan untuk mengembalikan, pasti ada cara, jadi untuk menutupi pemenuhan anggaran covid, masih banyak pos anggaran yang lain dari program yang tidak terlalu mendesak.

“Malahan, pos anggaran lain jauh lebih besar biayanya, kadang ada anggaran dari program yang mubazir, itu bisa diambil dari program-program yang tidak mendesak,” katanya.

Pemotongan bukan kehendak siapa pun

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah El-Madni mengatakan, dalam rapat tertutup itu sangat banyak persoalan yang dibahas dari berbagai dinamika yang muncul. Selain itu juga sebagai jalinan silaturahmi antarmitra pemerintah.

“Terkait soal pemotongan anggaran, semua berproses, dan perlu saya sampaikan bahwa itu bukan pemotongan, itu refocussing, dan ini juga bukan kehendak siapa pun, tapi ini perintah atas keputusan bersama antara Kementrian Dalam Negeri dengan Kementerian Keuangan, yang mengharuskan refocussing sebanyak 50 persen.

Jadi refocussing inilah yang kita bicarakan dari tadi, dan akan kita akan carikan jalan terbaik,” kata Usamah El-Madni.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...