Dirlantas Polda Aceh, Kombes. Pol. Dicky Sondani, SIK, MH yang diwakili Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Aceh, Kompol. T. Zainal Amri, SH, SIK menjadi narasumber peHTem edisi Senin 30 Mei 2022 episode ke 81 Tahun ke II dengan tema: Pelat Hitam Atau Pelat Putih?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Amerika Serikat

Ancam China Jika Bersikeras Bantu Rusia Invasi Ukraina

ReutersPresiden AS Joe Biden menegaskan tak boleh ada Negara yang bantu Rusia.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Amerika Serikat (AS) melontarkan ancaman kepada China jika mengotot membantu Rusia memuluskan invasi di Ukraina.

Pernyataan itu dilontarkan sebelum Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, bertemu diplomat senior Cina, Yang Jiechi, di Roma, Senin (14/3) ini.

Mengutip Reuters, Sullivan memperingatkan akan mengisolasi China dari dunia internasional jika terus mendukung Rusia.

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters akan menjatuhkan sanksi berat seperti Rusia dalam skala perdagangan jika negara itu terang-terang menyokong Rusia. Selain itu, AS juga akan menghentikan kerja sama pengembangan teknologi kepada China serta sanksi ekonomi.

Menteri Perdagangan AS, Gina Raimond, menegaskan, pemerintah bakal mencabut akses perlengkapan dan piranti lunak perusahaan China yang mereka butuhkan untuk proses produksi apabila bersikeras menyuplai kebutuhan ke Rusia.

China sendiri merupakan partner dagang terbesar di Uni Eropa. China juga penyuplai tertesar barang-barang kebutuhan AS. Tekanan terhadap China pun bisa menjadi bumerang bagi ekonomi AS dan negara-negara Barat.

Rusia sendiri sebelumnya disebut AS meminta bantuan kepada China dalam memuluskan invasi ke Ukraina.

Sullivan mengatakan bantuan China untuk Rusia itu amat mengkhawatirkan AS.

"Kami mengawasi secara ketat untuk melihat apakah China memberikan sokongan berupa materi hingga ekonomi kepada Rusia. Ini merupakan kekhawatiran bagi kami," ujar Sullivan kepada jurnalis CNN, Dana Bash.

"Kami terus berkomunikasi dengan Beijing kami tidak akan diam saja dan membiarkan negara manapun memberikan kemudahan Rusia dari sanksi ekonomi," tutur Sullivan.[]

Sumber:cnnindonesia.com
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...