Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Aminullah Harapkan Bank Aceh Syariah Go Public

HUMAS PEMKO BANDA ACEHWali Kota Banda Aceh Aminullah Usman
A A A

BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah, bank milik Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota se-Aceh- kini berkembang pesat. Pada 2019 total aset tercatat lebih dari Rp 25 triliun dan modal Rp 1,1 triliun.

Di sisi lain, bank kebanggaan masyarakat Aceh ini harus mampu memenuhi modal setor Rp 3 triliun pada 2024. “Ini guna menghindari turun peringkat menjadi bank BPR/bank kecil,” begitu kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Senin 29 Juni 2020 di pendopo saat acara MoU antara Pemko Banda Aceh dan Bank Aceh Syariah.

Dan saat ini kemampuan setor modal dari pemilik untuk memenuhi Rp 3 triliun sangat minim. “Masih terjadi kekurangan sebesar Rp 1,9 triliun, atau rata-rata harus disetor baik oleh PSP maupun pemegang saham lainnya sebesar Rp 500 miliar per tahun,” ujarnya.

Menurut Aminullah yang pernah menjabat sebagai Dirut Bank Aceh selama 10 tahun, pengalaman selama ini, pemegang saham hanya mampu menyetor Rp 100 miliar per tahun. “Hal itu sangat dimaklumi karena keuangan daerah juga harus membiayai pembangunan sektor lainnya.”

Jika seluruh deviden dibayarkan setiap tahunnya akan terhimpun dana lebih kurang Rp 250 miliar, dan itu juga masih belum mampu mencapai modal minimum Rp 3 triliun. “Solusinya, Bank Aceh Syariah perlu berbenah untuk go public atau masuk bursa saham nasional agar ini terpenuhi,” katanya.

Hal tersebut sangat memungkinkan di mata Aminullah. “Pertimbangannya, ROE (return on equity) Bank Aceh Syariah sangat menjanjikan yaitu lebih dari 24 persen per tahun. Bank dalam keadaan sehat dan didukung oleh pemda untuk pendanaan ekspansi. Kemudian asetnya kini Rp 25 triliun dan hasil audit akuntan publik terhadap laporan keuangan juga meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP),” katanya.

Rubrik:BANDA ACEH

Komentar

Loading...