Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Sudah Tiga Kali Unjuk Rasa

Aliansi Mahasiswa Aceh Butuh Jawaban Nova

FOR ACEHIMAGEAliansi Mahasiswa Aceh (AMA) saat melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu yang lalu di depan gedung DPRA
A A A

BANDA ACEH - Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi.

Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

"Menuntut Plt Gubernur Aceh untuk mempublikasikan Anggaran COVID-19 baik yang diperoleh dari hasil refocusing maupun Biaya Tak Terduga (BTT) dalam APBA 2020 dan beberapa poin lainnya," kata Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA), Dede Adistira dalam keterangan pers kepada acehimage, Jumat (18/9/2020).

Dede mengatakan Aliansi Mahasiswa Aceh telah melakukan aksi sebanyak tiga kali, dimulai pada 1 September 2020 di Kantor Gubernur namun Plt Gubernur Nova Iriansyah tidak menemui massa bahkan tidak mengirimkan perwakilannya.

Kemudian pada 8 September 2020, AMA kembali melakukan aksi di Kantor DPRA yang menuntut DPRA untuk segera menghadirkan Plt Gubernur Aceh dalam jangka waktu 2x24 jam untuk mempertanggung jawabkan dan merealisasikan semua poin tuntutan Aliansi Mahasiswa Aceh.

"DPRA menyambut baik tuntutan Mahasiswa dan menyanggupi untuk menghadirkan Plt Gubernur Aceh dalam jangka waktu 2x24 Jam dengan menandatangani Tuntutan Aliansi Mahasiswa Aceh,"katanya.

Namun pada 10 September 2020 bertepatan dengan 2x24 Jam yang dijanjikan oleh DPRA, AMA kembali melakukan aksi di Kantor DPRA, untuk menagih janji DPRA yang menyanggupi menghadirkan Plt Gubernur Aceh, namun DPRA tidak menepati janji karena tidak berhadirnya Plt Gubernur Aceh pada waktu yang telah dijanjikan.

Waktu itu, Aliansi Mahasiswa Aceh menyatakan bahwa DPRA tidak mampu melaksanakan fungsi serta wewenang untuk memanggil Plt gubernur, lalu massa aksi unjuk rasa menilai DPRA telah gagal menjadi lembaga perwakilan rakyat dan membiarkan Plt gubernur yang acuh tak acuh atas kondisi yang terjadi.

"Sampai dengan hari ini Plt Gubernur Aceh sama sekali belum menghiraukan hal urgensi yang tercantum dalam poin tuntutan Aliansi Mahasiswa Aceh,"tegas Dede.

Ia menyebutkan walaupun Pemerintah telah mentransfer dana intensif untuk tenaga medis, namun sampai hari ini belum ada Publikasi kepada masyarakat baik di media cetak/online tentang alokasi anggaran tersebut.

Selain itu Pemerintah juga masih tutup mata dalam menangani sektor pendidikan dan sektor ekonomi dalam masa pandemi, begitu juga belum meratanya fasilitas kesehatan di seluruh daerah di Aceh.

"Untuk itu Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) tetap konsisten dan tidak akan berhenti memperjuangkan sampai semua poin tuntutan yang telah disuarakan terealisasi,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...