Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Yenni Rosnizar SKM, merasa kecewa dengan kondisi pelayanan di RSUD dr Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan, menyusul meninggalnya seorang warga yang berprofesi sebagai perawat saat menjalani Operasi melahirkan di RSUDYA, (7/8/2020). “Mungkin karena keterbatasan tenaga medis sehingga penanganan terhadap pasien menjadi tidak efektif, apalagi banyak tenaga medis yang diisolasi akibat Covid-19", Kata Yenni Rosnizar SKM

Aktivis Mahasiswa Minta Kadis Peternakan Aceh Dicopot

ISTIMEWASapi di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) di bawah Dinas Peternakan Aceh
A A A

BANDA ACEH - Aktivis Mahasiswa Universitas Islam Ar-Raniry, Rizki Ardial menilai Dinas Peternakan Aceh gagal menjalankan program pemerintah dalam hal pembibitan sapi unggul di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree Aceh Besar.

"Sangat kita sayangkan kondisi sapi yang dikelola oleh Dinas peternakan Aceh yang kurus kekurangan makanan, padahal dari APBA sudah dialokasikan untuk pakannya," demikian disampaikan Ardial melalui siaran Pers, Minggu 7 Juni 2020.

Oleh karena itu, mantan Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini meminta Plt Gubernur Aceh untuk segera mengevaluasi Dinas Peternakan Aceh dan mencopot Kepala Dinas.

"Kadis peternakan Aceh kami menilai tidak mampu menjalankan tugasnya, jika memang sapi tersebut telah ada sebelum beliau menjadi kepala dinas justru itu yang menjadi tugasnya untuk menyelesaikan persoalan bukan justru membiarkan seperti itu," sambungnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, karena diduga telah menyiksa binatang oleh dinas terkait.

Rizki Ardial

"Seperti yang kita ketahui bahwa anggaran pengadaan sapi ini bersumber dari APBA dan untuk pakannya juga sudah dialokasikan, tapi kenapa kondisi lapangan sapi tersebut dalam keadaan kurus kekurangan makanan. Makanya kita menduga adanya potensi korupsi dalam pengelolaan sapi-sapi tersebut,".

Kemudian, Ardial juga meminta keseriusan DPR Aceh dalam memfungsikan tugasnya sebagai anggota legislatif.

"DPR juga, sampai hari ini belum menampakkan fungsi pengawasannya terhadap kasus ini, jangan diam bung, segera ambil tindakan," pintanya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...