Satu unit mobil Inova nomor polisi BL 1125 GU terperosok ke jurang, di jalan Takengon-Bireuen, tepatnya di Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesan, Kabupaten Bener Meriah, Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 16.40 WIB. Mobil naas tersebut dikendarai oleh Abdul Rahman (56), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Kampung Blang Kucak. "Sebelum kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Bireuen hendak menuju arah Takengon. Sesampainya di Kampung Lut Kucak, mobil tersebut hendak mendahului sepmor yang berada di depannya pada saat keadaan jalan menikung," kata Kasat Lantas Polres Bener Merian, Iptu Ayub.

Aktivis Gayo Menduga Puluhan Aparatur Kampung Gunakan Ijazah Palsu

ISTIMEWAAktivis Gayo, Badri Linge
A A A

BENER MERIAH - Aktivis Gayo, Badri Linge menyoroti dugaan penggunaan Ijazah palsu oleh sejumlah oknum perangkat desa di Kabupaten Aceh Tengah.

Melalui pers rilisnya yang diterima media ini Senin (11/01/2021), ia menyampaikan Ijazah yang diduga palsu tersebut bersumber dari dinas pendidikan Bener Meriah.

"Dari beberapa Foto Copy Ijazah yang berhasil kita himpun kesemuanya adalah ijazah Paket C dan Paket B yang kami curigai palsu,"kata Badri.

Ia menambahkan, pihaknya menyimpulkan Ijazah tersebut palsu setelah membandingkan nomor induk dan nomor peserta ujian tidak sesuai dengan data peserta ujian paket C atau Paket B pada tahun dikeluarkannya ijazah tersebut.

"Nama pada Izajah tersebut berbeda dengan nama pemilik nomor induk dan nomor ujian peserta paket C dan paket B pada tahun dikeluarkannya Ijazah tersebut. Modus operandinya ialah menukar data diri pada Ijazah tersebut,"ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya menduga puluhan Ijazah yang diduga palsu tersebut digunakan oleh sejumlah perangkat desa di Aceh Tengah.

"Dari informasi terakhir yang kami himpun, puluhan ijazah yang diduga palsu tersebut telah digunakan oleh sejumlah perangkat desa di kabupaten Aceh Tengah sebagai syarat administratif mereka menduduki jabatannya di desa,"jelas Badri.

Aktivis Gayo itu mendesak Bupati Aceh Tengah untuk segera memerintahkan jajarannya mengusut hal ini.

"Selain melanggar perundang-undangan, penggunaan Ijazah palsu sebagai syarat administratif menjadi pejabat di desa adalah penghinaan bagi dunia pendidikan. Oleh sebab itu, kami mendesak Bupati Aceh Tengah untuk segera memerintahkan jajarannya menindak lanjuti dugaan penggunaan Ijazah palsu ini,"tutupnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur saat dikonfirmasi mengatakan, Dinas Pendidikan tidak pernah mengeluarkan Ijazah Paket C dan B kepada yang tidak mengikuti Ujian dan dinyatakan lulus Paket C dan B.

Jika ada yang memiliki Ijazah Paket C dan B tapi tidak pernah terdaftar dan tidak ada mengikuti ujian tapi punya ijazah, ini perlu dipertanyakan dapat ijazah dari mana?, tanya Sukur.

"Bila ada aparatur Kampung di Aceh Tengah yang menggunakan ijazah Paket C dan B yang diduga palsu dari Dinas Pendidikan Bener Meriah, maka perlu kita teliti keabsahannya baik Ijazah maupun legalisir foto copynya,"tegas Sukur.

Sukur mengaku, memang ada beberapa legalisir ijazah Paket B dan C yang beredar yang memalsukan tandatangan Kepala Dinas Pendidikan. "Dengan men-scan tandatangan saya, sehingga seolah-olah legalisir itu benar padahal palsu,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...