Konselor Adiksi Yayasan Rumoh Geutanyoe Aceh, Firdaus, narasumber peHTem edisi Senin 26 Juli 2021 episode 59 dengan tema: Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Akibat cangkul, Anak Nekat Bakar Rumah Orang Tuanya

Foto-Detik.comRumah pasutri di Tasikmalaya dibakar anaknya sendirinya (Foto: Deden Rahadian)
A A A

TASIKMALAYA - Seorang anak di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya tega membakar rumah orang tuanya, Jumat 18 Juni 21, Pembakaran itu dipicu cekcok soal cangkul.

Korban merupakan sepasang suami istri bernama Yusup dan Kartini. Sementara pelaku berinisial UN (Ujang Nurjaman), anak kandung korban.

"Benar pelaku pembakaran anak kandung korban. Pelaku ini diduga depresi." Kata Ipda Asep Mulyana, Waka Polsek Manonjaya.

Peristiwa pembakaran dipicu gara gara cangkul. Pelaku menanyakan cangkul untuk menimbun arang. Namun, orang tuanya tidak memberi tahu.

Pelaku emosi hingga sempat mencekik sang ayah. Beruntung berhasil dihalau ibu kandungnya gunakan kayu bakar.

Pelaku sempat kabur namun kembali lagi membakar rumah gunakan korek api, kayu dan kain.

"Awalanya dipicu mencari cangkul untuk mengubur arang karena keseharian pelaku tukang arang. Orang tua gak ngasih tau, akhirnya dia emosi. Pelaku merasa kesal dan marah kemudian mencekik ayahnya dan kemudian berusaha memukulkan cangkul kepada ayahnya tetapi tidak kena karena pelaku oleh ibunya dipukul kakinya menggunakan kayu," tambah Asep.

 Pelaku akhirnya membakar rumah orang tuanya gunakan kayu dan kain saat korban mengungsi di rumah tetangga.

"Bapak ibunya diselamatkan warga karena tau anaknya kalau ngamuk membahayakan. Taunya dia benar membakar rumah ibu bapak."Kata Heri, Kepala dusun Sirnasari.

Pasca kejadian, pelaku yang sehari hari bekerja sebagai tukang arang hanya terdiam dilokasi kebakaran. Pelaku memang alami depresi berat.

Meski sempat sembuh, pelaku beberapa kali sempat jalani pengobatan kejiwaan secara alternatif.

"Sakit dia pak empat kali diobati dialternatif juga. Sembuh kadang kambuh lagi."Tambah Heri.

Usai memasang garis polisi di lokasi, polisi bersama tokoh masyarakat langsung membawa pelaku ke tempat pengobatan alternatif.[]

Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...