Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Warga Julok

Air PDAM Tirta Peusada Tak Layak Konsumsi

For acehimage.comMuhammad Dahlan sedang melihat air di salah satu rumah Warga di Julok Kabupaten Aceh Timur.
A A A

ACEH TIMUR - Banyaknya keluhan dari warga Kabupaten Aceh Timur terhadap keruhnya air PDAM Tirta Peusada. Humas Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Muhammad Dahlan, melakukan investigasi langsung ke Kabupaten Aceh Timur dan menemukan fakta bahwa air yang di alirkan oleh PDAM Tirta Peusada sangat keruh dan tidak kayak dikonsumsi.

Atas temuan tersebut, Dahlan mendesak agar Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib agar memberikan perhatian serius terhadap hal ini, karena air merupakan dalam kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Kami minta agar Bupati Aceh Timur, memberikan perhatian serius terhadap hak air bersih untuk warganya, karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari”, ungkap Dahlan.

Akibat air yang keruh ini, banyak kegiatan dan kebutuhan masyarakat yang terganggu, untuk rumah tangga harus mencari air bersih ke tempat lain dan mengeluarkan uang lagi, yang Usahanya mempunyai kebutuhan yang tinggi terhadap air seperti warung kopi, laundry dan warung makan tentu akan sangat terganggu. Bahkan, harus menutup usahanya sampai airnya bersih kembali seperti yang di keluhan oleh Maryam, salah satu usaha laundry di Kuta Binjai.

“Dampak PDAM yang tidak bersih dan tidak layak konsumsi ini selain berdampak pada kesehatan juga pada usaha warga yang bergantung dengan air bersih seperti warung dan londry, saya bertemu dengan Bu Maryam pengusaha laundry di Kuta Binjei, beliau harus tutup dulu usahanya karena airnya PDAMnya tidak bisa di pakai untuk mencuci”, kata Dahlan.

Dahlan juga menyarankan, agar PDAM menyediakan nomor layanan keluhan konsumen agar permasalahan yang di alami oleh konsumen bisa di sampaikan langsung dan ini juga bisa di jadikan upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyarankan, agar PDAM Tirta Peusada menyediakan salurannya keluhan konsumen seperti nomor HP atau lainnya yang mudah di akses dan di respon cepat, dan keluhan ini bisa di jadikan sebagai masukan untuk PDAM Tirta Peusada untuk terus meningkatkan pelayanan konsumen”, tutup Dahlan.

Sumber:Rilis
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...