Teuku Raja Keumangan SH MH, Sekretaris Fraksi Partai Golkar narasumber peHTem edisi Kamis 29 Juli 2021 episode 60 dengan tema: DPRA Diminta Bentuk Pansus Dana Siluman, Kemana Mengalir Dana Apendiks? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Membangun Jalan

Agar Makam Cut Meutia Tak Lagi Abai di Tengah Belantara

Humas Setdakab Aceh UtaraBupati Aceh Utara H Muhammad Thaib cukup serius mengurus pembangunan infrastruktur daerah. Untuk urusan yang satu itu, bahkan tak sungkan-sungkan harus mengemis anggaran ke Pemerintah Pusat.
A A A

Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak mulai tahun ini sudah mulai dikerjakan pembangunan jalan ke makam Cut Meutia

H. Muhammad Thaib Bupati Aceh Utara

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib cukup serius mengurus pembangunan infrastruktur daerah. Untuk urusan yang satu itu, bahkan tak sungkan-sungkan harus mengemis anggaran ke Pemerintah Pusat. Salah satu contoh adalah untuk pembangunan jalan menuju ke makam pahlawan nasional Cut Meutia di belantara Gampong Alue Rimee Kecamatan Pirak Timu.

Untuk meyakinkan Pemerintah Pusat, Cek Mad (sapaan akrab Bupati Aceh Utara) bahkan berhasil mengajak Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jhon Wempi Wetipo, SH, MH, meninjau langsung kondisi jalan tersebut. Pada awal 2020 lalu, Cek Mad bersama Wamen PUPR itu bersusah-susah melibas jalan cadas berlumpur tebal, naik turun pebukitan terjal, dengan mobil dobel gardan dan motor trail, sejauh 21 Km hingga mencapai makam. Satu-satunya pejabat pusat yang pertama kali sampai ke sana itulah Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo.

Alhasil, pada tahun 2021 ini Pemerintah Pusat langsung memplot anggaran untuk memulai pembangunan jalan ke sana. Jumlahnya tak tanggung-tanggung. Mencapai Rp20 miliar.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak mulai tahun ini sudah mulai dikerjakan pembangunan jalan ke makam Cut Meutia,” ungkap Cek Mad.

Dukungan juga datang dari anggota DPR RI H Ruslan M Daud, SE, yang bersama Wamen PUPR turut meninjau langsung kondisi jalan ke makam. Ruslan sangat respek saat Cek Mad mengusulkan pembangunan jalan ke makam pahlawan nasional tersebut, yang notabene sudah lama menjadi aspirasi masyarakat setempat. Pemkab Aceh Utara juga pernah beberapa kali mengusulkan pembangunannya ke tingkat Provinsi, juga ke Pemerintah Pusat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Teuku Irwansyah Putra, ST, MT, mengatakan tahun 2021 pihaknya akan membuka akses jalan menuju makam Pahlawan Nasional Cut Meutia sepanjang 4 Km. Ini sesuai dengan anggaran yang terkontrak senilai Rp19,8 miliar yang akan ditangani sampai dengan pengaspalan dengan lebar aspal 5,5 meter dan bahu jalan kiri dan kanan 1,5 meter.

Kata Irwansyah, panjang ruas jalan menuju makam Cut Mutia sepanjang 21 Km, pada tahun sebelumnya sudah diaspal oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sepanjang 5,7 Km. “Untuk tahun 2021 akan diselesaikan sepanjang 4 Km lagi,” jelasnya.

Untuk sisa panjang jalan yang belum ditangani, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh telah meminta dukungan dari Pemkab Aceh Utara untuk dapat melanjutkan pembangunan jalan ini pada tahun 2022 secara bertahap. “Usulan disampaikan kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar jalan ini dapat terselesaikan sampai ke makam Cut Meutia,” kata Irwansyah.

Camat Pirak Timu Ilyas, SE, mengatakan masyarakat menyambut antusias dengan dimulainya pembangunan jalan ke makam Cut Meutia. Meskipun dibangun secara bertahap, paling tidak hal ini menjadi titik awal terbukanya akses prasarana transportasi yang lebih baik untuk mencapai makam pahlawan nasional tersebut.

“Selama ini transportasi ke sana hanya bisa diakses melalui jalan setapak, dengan berjalan kaki. Kalau cuaca bagus bisa diakses dengan motor trail, atau motor jonder yang dipakai oleh peladang,” ungkap Ilyas.

Dengan adanya jalan yang lebih bagus, lanjut Ilyas, nantinya akan memudahkan para peziarah maupun peneliti sejarah yang hendak melakukan observasi ke situs makam Cut Meutia. Bukan hanya itu, kawasan pedalaman Pirak Timu itu juga bisa dikembangkan menjadi objek wisata alam karena memiliki aliran sungai yang airnya sangat jernih, bersih dan asri. Serta panorama kawasan hutan belantara yang cukup eksotik dan memikat mata.

Penjaga makam pahlawan nasional Cut Meutia, Mudawali (49 tahun), mengatakan minat masyarakat untuk berziarah ke sana cukup tinggi. Buktinya, hampir tiap pekan ada yang menyambangi dirinya untuk minta pendampingan. “Mereka umumnya peziarah dari luar, kalau masyarakat lokal umumnya mereka langsung pergi sendiri ke sana karena sudah tahu akses jalan,” ungkap Mudawali alias Bang Tet.

Pihaknya bersyukur dengan adanya perhatian pemerintah membangun jalan menuju makam Cut Meutia. Sejak dirinya dipercaya menjadi khadam makam Cut Meutia pada tahun 2011, perhatian pemerintah terus bertumbuh, dimulai dengan renovasi makam dan pembangunan musalla dan balai. “Dulu, makam Cut Meutia terasa terabaikan di tengah hutan belantara,” ungkapnya.

Bupati H Muhammad Thaib menyampaikan terimakasih kepada Kementerian PUPR, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, yang mulai mengerjakan pembangunan jalan. “Satu hal yang patut kita catat bahwa di hutan belantara sana ada makam Pahlawan Nasional yang telah mempertaruhkan jiwanya untuk kemerdekaan bangsa ini. Inilah yang memotivasi kita untuk membuka akses jalan ke sana.

Untuk merawat memori kolektif anak bangsa, cucu-cucu kita ke depan, agar isi kepala mereka tak luput dari sejarah perjuangan dan rasa patriotik yang digelorakan oleh para pahlawan bangsa,” ungkap Cek Mad.

(ADV)

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...