Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Tidak Puas Hasil Banding

AFK Bener Meriah Akan Layangkan Gugatan Ke Baori

SamsuddinPengurus AFK Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH - Asosiasi Futsal Kabupaten ( AFK ) Bener Meriah menyangkan sikap Asosiasi Futsal Aceh ( AFA ) yang langsung menjustifikasi Walk Out (WO) terhadap tim Futsal Bener Meriah.

"Seharusnya mereka melakukan mediasi terlebih dahulu, tidak terus menjustifikasi karena mereka tidak tau masalah,"kata Konadi saat gelar konferensi pers, Rabu, 8 September 2021.

Menurut Konadi, pihaknya sudah melayangkan banding ( protes ) ke AFA, namun AFA menyebutkan mereka tetap mengambil keputusan dari pihak LO penyelengara, pengawas pertandingan dan perangkat pertandingan yang bertugas dari AFK Kota.

Anehnya, kata Konadi, hingga hari ini pengawas pertandingan tidak mengeluarkan statement apa pun terkait keputusan yang dihasilkan oleh wasit.

"Nah, kalau kita di anggap WO maka Aceh Tenggara yang tergabung dalam grub C harus mendapatka perlakukan yang sama dengan Bener Meriah, karena mereka juga kita anggap WO sebab tidak mengikuti dua kali pertandingan" tegas Konadi.

Justru itu, pihaknya akan melakukan upaya gugatan ketingkat selanjutnya dengan  menyurati dan jika perlu hingga ke tingkat  Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Boiri). Ungkap Konadi

"Kita meminta goal ke-7 yang dianulir wasit itu disahkan, karena tidak ada pelanggaran disana dan goal itu sah," pungkas Konadi

Konadi menerangkan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan ketua panitia penyelenggara tetapi jawabannya masih belum memuaskan.

Ia berharap kejadian tersebut dan kejadian di Gayo Lues di buka secara transparan dimuka publik.

Lebih lanjut Konadi menerangkan, timnya tidak WO hanya menghindari kekisruhan yang nanti bisa timnya merugikan timnya dan  panitia penyelenggara.

"Pun demikian ketika kawan-kawan balik kelapangan, lapangan sudah steril, tidak ada perangkat pertandingan yang kita temukan disana" sebut Konadi

Lucunya, kami lantas dianggap WO karena keluar dari dalam lapangan padahal panitia dan petugas keamanan menyuruh tim kami keluar, bukan menyatakan diri keluar dari pertandingan.

Bahkan, hingga hari ini kami menunggu klarifikasi pengawas lapangan namun juga belum ada statement apapun. Kita juga meminta AFA juga harus profesional dalam hal ini, karena pertandingan belum berakhir. Tandas Konadi

Semenatar itu, Ihsan yang merupakan official tim Futsal Bener Meriah menyebutkan, guna untuk menjaga keselamatan atlit, kami membawa mereka keluar menghindari hal-ha yang dapat merugikan kita sendiri maupun pihak lain.

Ia menilai, wasit pempimpin pertandingan antara tim Futsal Bener Meriah Vs Banda Aceh tidak profesional sehingga memicu kekisruhan.

" Wasit Zulfikar yang menganulir goal ke-7 telah merugikan tim Bener Meriah, untuk itu kami meminta harus di berikan sanksi tegas terhadap wasit itu karean telah mencederai prestasi olahraga khususnya olahraga futsal," pungkas Ihsan []

Rubrik:ACEHSPORT

Komentar

Loading...