Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri ST, narasumber peHTem edisi Kamis 24 Juni 2021 episode 50 dengan tema: Dewan Partai Aceh Sibuk Pokir, Peringatan Muzakir Manaf Serius atau Sensasi?, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

ADI dan FDP Kirim Kafilah Dakwah ke Perbatasan

MurdaniPelepasan Kafilah Dakwah Ramadhan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Kamis (08/04/2021).
A A A

BANDA ACEH - Akademi Dakwah Indonesia (ADI), yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh, bekerjasama dengan Forum Dakwah Perbatasan (FDP) mengirimkan 11 mahasiswa “Kafilah Dakwah Ramadhan” ke sejumlah daerah perbatasan dan pedalaman di Aceh.

Daerah yang menjadi sasaran seperti Pulau Banyak Aceh Singkil dan Aceh Tenggara.

Demi kesuksesan acara, FDP turut menyerahkan bantuan Rp7,7 juta, 150 kg kurma, 2 kodi kain sarung dan 20 buah mukena.

Adapun pelepasan Kafilah Dakwah Ramadhan itu berlangsung di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis, 8 April 2021.

Direktur ADI Aceh, Abizal Muhammad Yati mengatakan, Kafilah Dakwah Ramadhan akan dilaksanakakan selama satu bulan penuh.

Kegiatan utama yang akan dilaksanakan para dai muda itu diantaranya menjadi imam shalat untuk menghidupkan masjid dengan shalat berjamaah 5 waktu dan shalat taraweh, menyampaikan tausiah, khutbah jumat dan khutbah idul fitri.

“Selain itu juga mengajarkan Alquran untuk semua kalangan, bimbingan dan praktek ibadah serta pembinaan mullaf,” kata Dr Abizal.

Dia berharap program tersebut dapat membuat para mahasiswa ADI menjadi da’i yang sesungguhnya. Terlebih selama ini mereka hanya mendapatkan pemaparan materi berupa teori.

“Mereka akan langsung berhadapan dengan masyarakat. Tentunya akan lebih banyak lagi ilmu dan pengalaman yang didapatkan,” kata Abizal.

Sementara Ketua FDP, Nurkhalis, berpesan agar para dai kafilah dakwah tidak hanya fokus pada kegiatan di masjid saja. Namun mereka juga diminta untuk mengunjugi rumah-rumah warga, mengajari anak-anak membaca Alquran dari rumah ke rumah, bergaul dengan orangtua dan pemuda untuk mengajak mereka ke masjid.

“Ini tugas terpuji dan mulia, mengingat masyarakat di sana sangat membutuhkan dakwah untuk menuntun hidupnya,” kata Nurkhalis.

Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh Bismi Syamaun sangat mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya ini merupakan bentuk kontribusi Dewan Dakwah Aceh membantu pemerintah dalam penguatan syariat Islam di Aceh.

Ia menambahkan saat ini di perbatasan Aceh sangat dibutuhkan dakwah. Mengingat dari segi akidah, masyarakat di sana masih sangat lemah dan rentan terjadi pelemahan akidah.

“Selain itu untuk pemahaman agama juga demikian, dan banyak juga yang belum bisa membaca Alquran. Diharapkan melalui kafilah dakwah ini dapat menjawab beberapa persoalan umat perbatasan sehinga syariat Islam terlaksana secara kaffah,” pungkas Bismi.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...