Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Ada Tiga Agenda Utama Tim KPK Hadir Ke Kabupaten Bener Meriah

FB_IMG_1636021728776
A A A

BENER MERIAH – Tim Komisi Pemerantasan Korupsi ( KPK ) Republik Indonesia (RI ) mengelar monitoring dan evaluasi program pemberantasan korupsi di Kabupaten Bener Meriah. Kamis, 4 November 2021.

Kegiatan tersebut berlangsung di dua tempat yakni, di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah yang diikuti Plt Bupati Bener Meriah, Seketaris daerah ( Sekda ) Bener Meriah, para Asisten, Kepala SKPK dan Camat.

Sedangkan lokasi kedua berlangsung di Gedung DPRK Bener Meriah, yang diikuti para pimpinan dan anggota DPRK setempat.

Perwakilan KPK RI, Agus Priyanto yang merupakan Korwil Korsupgas Provensi Aceh kepada awak media mengatakan, ada tiga agenda utama kehadiran pihaknya ke Kabupaten Bener Meriah, diantaranya mensosialisasikan pencegahan korupsi untuk seluruh ASN, pencegahan korupsi terintegritas dengan DPRK Bener Meriah, dan yang terakhir membahas mengenai monitoring evaluasi terkait pencegahan  korupsi terintegarasi di Kabupaten Bener Meriah.

“Untuk poin ketiga kita  bersama satakeholder  siang ini akan membahas terkait delapan  titik-titik rawan yang sudah ditentukan,” kata Agus

Delapan titik rawan yang dimaksut, kata Agus, diantaranya, perencanaan dan pengangaran, pengadaan jasa, perizinan, manajemen ASN, manajemen aset, pengawas internal ( inspektorat ), oftimalisasi pendapatan daerah, dan tatakelola dana desa.

Menurutnya, kedelapan area yang telah ditentukan tersebut terdapat resiko korupsi justru itu guna untuk mempersulit ruang gerak seseorang berbuat korupsi kita membuat sistem. “ “Namun kalau sistem sudah terbangun tetapi masih ada kolusi ia percuma, artinya sama dengan tidak adanya sistem,”tukas Agus.

Dijelaskan Agus, untuk pengadaan jasa dapat berpotensi 80 persen terjadinya korupsi, sedangkan untuk perizinan juga didalamnya ada kepentingan, begitu juga dengan yang lainya, untuk itu kedelan yang kita sebutkan itu harus dihindari.

Dan hal itu menjadi tugas pihaknya sebagai satuan tugas koordinasi dan supervise pencegahan KPK untuk mensosialisasikan delapan titik rawan korupsi dilingkungan Pemerintah Kabupaten, agar uang negara dapat diselamatkan.

Sebelumnya dihadapan para kepala SKPK Bener Meriah itu, Agus meneyangkan gambaran kepala daerah maupun anggota DPR yang tertangkap akibat korupsi.

Sementara itu Plt Bupati Bener Meriah, Dailami mengucapkan terimaksih atas kehadiran tim KPK ke Kabupaten Bener Meriah untuk mensosialisasikan pencegahan korupsi di daerah tersebut.

“Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini, seluruh jajaran SKPD, Camat, dan pihak swasta paham dengan pencegahan korupsi sehingga tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan ke depan,”imbuh Dailami

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...