Puluhan papan bunga ucapan Selamat dan Terimakasih kepada Gubernur Aceh berjejer terpasang di depan Pendopo Gubernur Aceh tepatnya di jalan Jalan Japakeh No.1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Pantauan acehimage.com, pada Jumat (5/3/2021). Papan bunga ini terpasang mulai di depan Museum Aceh hingga pagar samping pendopo (pintu masuk Anjong Mon Mata). Memang papan bunga yang terpasang kali ini berbeda dengan yang dipasang di depan Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. Kali lebih kepada program "pencitraan" Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

ACW Minta Usut Bantuan Jaring Ikan Nelayan di Aceh Utara

ShutterstockIlustrasi
A A A

ACEH UTARA – Pasca pemberitaan terkait bantuan jaring ikan bermasalah dari Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Utara yang diserahkan untuk kelompok nelayan Kakap Putih di Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara bersumber anggaran APBK Tahun 2020 mulai timbul tanda tanya dikalangan masyarakat atau publik siapa oknum yang bermain.

Hal ini sejalan dengan beredarnya berita di media sosial yang menuai komentar berbagai netizen, dan ada juga masyarakat sengaja menghubungi wartawan media ini menanyakan tentang pemberitaan tersebut.

Bahkan juga turut menjadi perhatian salah satu Lembaga Yayasan Aceh Corupption Wath (ACW) Aceh. Menurut kajiannya hal ini ada bebarapa unsur yang dapat merugikan negara, seperti halnya Mar Up harga dengan memberi bantuan yang kurang berkwalitas

Disisi lain, Para penerima manfaat semestinya tidak menjual bantuan tersebut. Namun dari pengakuan ketua kelomok juga ada menjual, hal ini juga menjadi persoalan, karena sifatnya ini bantuan hibah seharusnya tidak untuk dijual.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh ketua yayasan ACW Aceh Saiful. Untuk itu maka ia berharap kepada pihak penegak hukum untuk dapat mengusut aliran bantuan tersebut, baik itu pemberi bantuan (segi kwalitas) maupun penerima bantuan, Minggu (24/01/2021).

Dikatakannya, agar dana negara yang bersumber dari APBK Aceh Utara 2020 tidak hanya dijadikan sebagai objek untuk menjadi bahtera para elit-elit kepetingan dengan menunggangi kelompok para nelayan. "Namun dengan tujuan untuk mengisap uang rakyat,”tutur saiful.

Bantuan yang dikuncurkan kepada para nelayan di Aceh Utara melalui kelompok, yaitu guna untuk membantu para masyarakat memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi ini. Malah uang rakyat ini ada unsur permainan pihak yang tidak bertanggung jawab demi memperkaya diri.

Saiful menegaskan, maka untuk itu ia meminta kepada pihak penegak hukum untuk segera mengusut secara tuntas tentang aliran bantuan tersebut, guna untuk mengungkapkan kebenaran.

BACA JUGA:Bantuan Jaring Ikan Nelayan Rp1,4 M di Aceh Utara Diduga Bermasalah

Karena disitu dinilai juga ada unsur keterkaitan dengan pihak intansi Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Utara, ini juga tidak lepas dari tanggung jawab mereka para pejabat yang berwewenag.

“Agar Pihak dinas tidak semena-mena uang negara diserahkan kepada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.”pinta Saiful.

Saiful meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengungkapkan kebenaran terkait bantuan jaring yang bermasalah tersebut, guna untuk diketahui masyarakat kebenaran yang sesunguhnya.

“Apabila kebenaran ini terungkap dengan sebenarnya, siapapun yang terlibat agar segera menggiring kemeja hijau guna mempertanggung jawabkan perbuatanya. supaya menjadi pelajaran bagi siapapun agar tidak bermain-main dengan uang negara,”pungkas Saiful.

Seperti yang diketahui, bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah.

Dimana bantuan yang diserahkan oleh orang nomor dua di Aceh Utara itu pada bulan juli tahun 2020 kepada nelayan secara simbolis ini menuai masalah, bahkan ada sebagian para nelayan penerima bantuan langsung menjual jaring bantuan tersebut. Selain itu Menurut informasi yang di terima media ini juga sempat berurusan dengan pihak berwajib di aceh utara.

Menurut sumber informasi yang diperoleh dari salah seorang penerima bantuan yang diminta tidak disebut jadi dirinya, setelah bantuan jaring diterima, hanya sekitar beberapa kali mereka pakai untuk menjaring, namun tidak bisa pakai lagi, karena koyak.

Menurut pengakuan nelayan tersebut, bantuan yang mereka terima berupa hanya, daun jaring, pelampung jaring dan timah pemberat jaring. Bantuan itu mereka ambil sama ketua kelompok.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...