Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Achmad Marzuki Layak PJ Gubernur, Pemuda Aceh ini Minta Kadisdik Aceh di Evaluasi

IMG-20220705-WA0084
A A A

ACEHIMAGEM.COM - Salah Seorang Pemuda Aceh, Muammar SH mengaku sudah tepat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menetapkan Achmad Marzuki sebagai Penjabat (PJ) Gubernur Aceh.

Ammar menilai, dengan situasi Aceh saat ini sudah tepat dipimpin oleh Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Purnawirawan (Purn) Ahmad Marzuki.

"Achmad Marzuki sangat menghargai kekhususan Aceh," kata Ammar kepada awak media, Selasa, 5 Juli 2022 melalui rilisnya.

Ia juga mengaku menyambut gembira pelantikan yang akan berlangsung besok lewat rapat Paripurna DPRA.

Fraksi Partai Aceh sebelum nya memberi label Gubernur Aceh, Nova Iriansyah gagal dalam menjalankan tugas tugasnya sebagai Gubernur, serta gagal dalam mewujudkan visi-misi Aceh Hebat.

Bahkan, Fraksi partai Aceh melebeli  Nova Iriansyah sebagai "Gubernur terburuk sepanjang sejarah Aceh". Bahkan, dalam rapat Paripurna di gedung utama DPRA itu, Fraksi Partai Aceh berharap, kedepan tidak ada lagi Gubernur seperti Nova yang dikirimkan oleh Allah kepada rakyat Aceh.

Meski Nova Iriansyah menjawab kritikan tersebut merupakan kritikan konstruktif terhadap pembangun Aceh 2017-2022. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Fraksi Partai Aceh DPRA dalam pendapat akhir terhadap pembangunan Aceh.

Untuk itu Ammar meminta kepada PJ Gubernur Aceh untuk mengevaluasi kolega kolega Nova Iriansyah yang telah membawa wajah Aceh selama lima tahun lewat kepemimpinan Irwandi-Nova hingga di cap gagal oleh Fraksi Partai Aceh di Gedung DPRA.

"Ini penting untuk di evaluasi oleh Achmad Marzuki, terutama, Kadis Pendidikan Aceh, Alhudri," ucap Ammar menyelutuk ke sebuah instansi di Provinsi Aceh.

Upaya itu penting dilakukan kata Ammar, supaya tidak terjadi "main mata" dengan Nova Iriansyah meski jabatan nya telah berakhir. Begitupun dengan struktur yang dibentuk Nova Iriansyah harus segera di ubah untuk kemajuan Aceh.

Ammar menyoroti anggaran yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Aceh, Rp3 triliun lebih. Dengan anggaran sebesar itu apakah telah membawa wajah baru bagi pendidikan di Aceh.

"Bagaimana dengan mutu pendidikan di Aceh dengan anggaran sebesar itu. Saya rasa, Kepala dinas pendidikan Aceh perlu di evaluasi oleh PJ Gubernur Aceh yang baru," pinta Ammar.

Ia juga menilai, Nova Iriansyah meninggalkan kesan yang tidak baik untuk Aceh, melakukan rotasi di penghujung jabatan menghitung hari. "Bahkan sehari sebelum jabatan habis dilakukan rotasi, ini kesan yang buruk untuk Nova Iriansyah," katanya.

Ia berharap, ditangan Pj Gubernur baru Aceh akan lebih baik kedepan, semakin berwibawa di mata dunia. "Semoga memberi warna baru untuk Aceh dan membersihkan prinsip buruk yang ditinggalkan Nova Iriansyah, serta mengevaluasi kadis kadis yang tak sanggup mengelola APBA," tutup muammar SH.

Komentar

Loading...