Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi hasil penjualan telur ayam di Dinas Peternakan Aceh dengan kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh

ICMI:

Aceh Harus Bangkit melalui Industri Pertanian dan Produksi Halal Food

ISTIMEWA.
A A A

BANDA ACEH - Dewan Pakar ICMI Pusat, Prof Dr Ir Teuku Abdullah Sany M.Eng, menegaskan bahwa Aceh harus bangkit. Tidak boleh lagi seperti selama ini, masih banyak angka kemiskinan dan pengangguran.

Hal itu ditegaskan dalam acara diskusi refleksi akhir tahun ini yang dilaksanakan, di Sekretariat ICMI Aceh, Senin, (30/12/2019).

Meunurut dia, dirinya sering masuk dan keluar gampung untuk melihat kondisi masyarakat yang hidup dalam kondisi miskin dan rumah tak layak huni.

"Saya dalam tiga hari ini masuk - keluar kampung, sedih saya melihat masih banyak orang miskin dengan rumah- rumah yang tidak layak huni," ujar Teuku Abdullah Sany , putra Aceh yang juga Guru Besar Institut Tehnologi Bandung (ITB).

Abdullah Sany meminta ICMI Aceh harus berperan aktif untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ICMI tidak boleh diam saja, katanya. Aceh harus segera bangkit melalui industri pertanian rakyat dan produksi halal food.

Dia menegaskan akan membantu teknologi dan para ahli. Fitinya akan bantu menghadirkan teknologi tersebut ke Aceh beserta ahlinya.

"Kami akan mulai dalam waktu dekat ini. Ungkap profesor alumni Jepang ini," ungkapnya.

Fakta Aceh Masih Miskin

Menurut Abdullah Sany, dengan potensi yang besar tak ada alasan Aceh tidak akan maju, karena segala potensi dan sumberdaya ada di Aceh dalam kualitas yang baik. Namun fakta masih ada kemiskinan di Aceh, sungguh sangat mengherankan.

Karenanya kata Prof. Sany, kedepan mesti ada intervensi inovasi teknologi untuk membangkitkan ekonomi Aceh.

"Ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Aceh,"  tegas Prof Sany.

Sementara Ketua ICMI Aceh, Prof Dr Farid Wajdi MA. Mengatakan bahwa keberadaan Aceh pada ranking terburuk intoleransi akan menimbulkan pengaruh kebanyak sektor, termasuk bidang investasi, pariwisata, dan lain-lain.

Intoleransi, ICMI harus bertanggungjawab

Karena itu, ICMI harus bertanggung jawab terkait intoleransi di Aceh.

"Kita harus harmonis baik dengan sesama antar ummat beragama, maupun dengan sesama muslim," tegas mantan Rektor UIN Ar-Raniry ini.

Bahkan dia menegaskan, kita tidak boleh larut dengan urusan- urusan khilafiyah.

"Nah itu bisa berpotensi terjadinya gesekan antar ummat Islam di Aceh," tegas Ketua ICMI Aceh itu.

"Jadi saya sependapat dengan Pak Sany. Aceh harus bangkit, harus maju dengan pertumbuhan ekonomi yang laju," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan kekayaan alam yang luar biasa dan keuangan Aceh yang demikian besar, maka Aceh harus maju.

Pemerintah Aceh katanya, harus berupaya keras agar angka kemiskinan dapat dieliminasi serendah mungkin.

"Harus dibawah dua digit. Pungkas," tegas Prof Farid.

Acara tersebut dihadiri oleh seratusan para cendekiawan muslim baik yang berasal dari Banda Aceh maupun daerah sekitarnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain : Prof Yusni Sabi, Prof Syafei Ibrahim, Dr Taqwaddin, Dr Teuku Safir, Dr Sofyan Gani, Dr Bustami, Azwar Umri, Fauzi Umar, Tgk Jarimin, Teuku Kamaruzzaman, Syarifah Rahmatullah, Naimah Hasan, dan lain-lain.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...