Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Pj Bupati Panen Padi Perdana

Aceh Besar Komit Perkuat Sektor Pangan

Prokopim Setdakab Aceh BesarPenjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM bersama unsur Forkopimda dan pejabat OPD terkait melakukan panen perdana di Gampong Jalin Kecamatan Kota Jantho. Rabu, 7 September 2022.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM melakukan panen perdana padi sawah di Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho. Rabu, 7 September 2022.

Hadir dalam kesempatan itu, unsur Forkopimda, Kepala Stasiun Klimatologi Aceh Wahyuddin SP MIKom, unsur Kepala OPD, Forkopincam Kota Jantho, Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Kota Jantho Andri Wardani, para pengurus KTNA, PPL, mantri tani, dan tokoh masyarakat Gampong Jalin dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto kembali menegaskan komitmen Pemkab Aceh Besar untuk terus berikhtiar dan berupaya untuk memperkuat pembangunan sektor pangan terutama tani padi di Aceh Besar.

Sebab, selama ini, mayoritas masyarakat bekerja dan menggantungkan masa depannya pada suksesnya kegiatan sektor pertanian.

"Alhamdulillah dan kita akan terus bersyukur terhadap rahmat Allah SWT. Hari ini para petani di Gampong Jalin kembali menikmati panen yang sangat bagus hasilnya. Tentunya panen yang baik ini merupakan wujud dari kerja keras dan dukungan kita bersama,” ungkap Muhammad Iswanto.

Ditambahkannya, selama ini Gampong Jalin memiliki potensi obyek wisata alam dan pemandangan yang masih sangat asri dan indah. Untuk itu, potensi dan anugerah Ilahi ini harus dijaga dan dilestarikan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Iswanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan panen perdana padi sawah Musim Tanam Gadu Tahun 2022 tersebut.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya turut senang dan gembira, karena petani bersama kelompok tani di Gampong Jalin telah berhasil serta sukses mengolah dan menggarap lahan pertanian padi, hingga panen untuk peningkatan produktivitas areal yang berujung meningkatnya produksi pangan, khususnya produksi padi,” ucapnya.

Muhammad Iswanto melanjutkan, pembangunan bidang pertanian, termasuk usaha budidaya padi sawah, merupakan salah satu prioritas yang akan dikembangkan di Kabupaten Aceh Besar.

Karena itu telah menjadi tekad Pemkab Aceh Besar untuk terus mampu meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai guna mewujudkan Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu lumbung pangan di Aceh.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP menambahkan, perkiraan luas tanam dan panen padi MT Gadu tahun 2022 di Aceh Besar ini adalah 13.039 hektare dan perkiraan akhir panen pada bulan November mendatang.

Pada bagian lain, Jakfar menyampaikan apresiasi kepada para PPL dan seluruh pihak terkait yang selama ini membantu dan membina petani, sehingga dapat menghasilkan produksi yang maksimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai upaya memotivasi petani, jelas Kadistan Aceh Besar, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan, termasuk penganggaran kegiatan yang mendorong peningkatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Aceh Besar.

Pada tahun 2022 Pemkab Aceh Besar telah menganggarkan lebih dari 4 milyar untuk kegiatan demfarm padi sawah dan Sekolah Lapang dalam program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) dalam upaya mendorong peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani sehingga pada akhirnya meningkatnya produksi dan kesejahteraan petani di kabupaten Aceh Besar.

Tokoh masyarakat Gampong Jalin, Darwin mengatakan, areal sawah yang ada di wilayah itu mencapai 150 hektare. Petani sangat bersyukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang sangat baik.

Namun ke depan agar hasil lebih maksimal lagi, ia berharap kepada Pj Bupati melalui OPD terkait agar memperbaiki saluran air yang rusak, sebab fasilitas itu dibangun tahun 1990-an dan hingga kini belum pernah diperbaiki. Petani juga butuh pompa air untuk dapat menaikkan air yang bersumber dari Krueng Jalin ke persawahan yang ada.[]

Sumber:Rilis
Rubrik:ACEHISWANTO

Komentar

Loading...