Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Gabungkan Pasien Normal dengan ODGJ

Abubakar Minta Pj Bupati Bener Meriah Tegur dan Tindak Direktur RSUD Munyang Kute

for acehimage.comKetua Komisi A DPRK Bener Meriah Sidak RSUD Munyang Kute
A A A

ACEHIMAGE.COM – Peristiwa di gabungkannya pasien normal dengan ODGJ yang berujung pemukulan terhadap keluarga pasien normal oleh ODGJ di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Munyang Kute, menjadi perhatian serius berbagai kalangan.

Bahkan aktivis Bener Meriah, Muhammaddinsyah mendesak Pemerintah setempat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap RSUD itu, baik manajemen, sistem dan teknis dan bila perlu copot direktur serta KTU.

Karena menurutnya, kejadian yang terjadi di RSUD Munyang Kute bukan hal yang sepele dengan rentetan-rentetan peristiwa bahkan sudah ada nyawa yang melayang di dalam ruangan rawat inap.

Menyikapi kasus pemukulan terhadap keluarga pasien normal oleh pasien ODGJ, Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang juga Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah melakukan sidang mendadak (sidak) ke RSUD Munyang Kute. Kamis, 28 Juli 2022.

Usai melakukan sidak, Abubakar melalui keterangan turtulisnya kepada acehimage.com menyampaikan, dari hasil sidak tadi pagi, saya mengharapkan kepada Penjabat (Pj ) Bupati Bener Meriah agar memberikan teguran dan peringatan kepada Direktur dan KTU RSUD Munyang Kute.

“Kita meminta Pj Bupati memberikan teguran dan peringatan kepada Direktur dan KTU, selain itu Pj Bupati harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dalam pelayanan dan penangan terhadap pasien di RSUD Munyang Kute,” pinta Abubakar.

Pun demikian, kata Abubakar, jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk mengganti Direktur karena kita meminta Direktur bertanggung jawab penuh terhadap pelayanan terhadap pasien dan karyawan secara universal yang sedang ditanganinya saat ini.

Tetapi, khusus untuk Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Munyang Kute, harus di evaluasi dan menempatkan seorang KTU yang berpendidikan terakhir dari Kesehatan agar bisa intervensi dalam hal penangan dan pengawasan terhadap tugas ruangan yang menangani pasien serta lakukan pemetaan terhadap KTU sesuai Baperjakat. Tegas Abubakar.

Ia juga menyarankan, kepada Direktur dan KTU kedepan lakukan pelayan, penangan dan pengawasan atau kontrol secara maksimal  khusus kepada seluruh pasien dan secara umum kepada petugas kesehatan RSUD Munyang Kute, agar tidak terjadi hal yang sama ke empat kalinya dan hal-hal lain terhadap masyarakat yang berobat ke RSUD tersebut. Imbuh Abubakar.

Terkait dengan pemukulan keluarga pasien normal oleh pasien ODGJ, dari pengakuan Direktur RSUD Munyang Kute kata Abubakar, pihak RSUD salah menempatkan pasien ODGJ dirawat dalam ruangan berjarak kurang lebih 2 meter dengan pasien normal yang tidak ada sekat secara tertutup.

Mereka mengakui, dari pemeriksaan Dr jiwa memvonis pasien ODGJ aman bila ditempatkan perawatanya di ruang tersebut adalah salah karena terbukti terjadi pemukulan terhadap pasien lain.

Abubakar juga menyayangkan alasan pihak RS menggabungkan pasien normal dengan pasien ODGJ karena alasan ruangan penuh, seharusnya pasien normal itu dipindahkan ke ruang yang kosong jadi ada ruang alternatif saat pasien ODGJ mau dimasukan.[]

Komentar

Loading...