Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu 24 Februari 2021. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta Gubernur Aceh dan DPR Aceh untuk lebih peduli kepada masyarakat miskin.

Peusijuek Muda Seudang Langsa

Abu Paya Pasi Pimpin Do’a Peringatan 22 Tahun Tragedi Arakundo

ISTIMEWAH Muhammad Ali (Abu Paya Pasi) isi ceramah dan pimpin do’a peringatan 22 tahun Tragedi Arakundo
A A A

LANGSA - H Muhammad Ali (Abu Paya Pasi) isi ceramah dan pimpin do’a peringatan 22 tahun Tragedi Arakundo di hari kedua Pendidikan Muda Seudang Partai Aceh Kota Langsa yang berlangsung di Aula Hutan Kota Langsa, Rabu (3/2/2021).

Dalam rangkaian itu, juga di ikuti dengan peusijuk Muda Seudang sembari berdoa bersama untuk memperingati tragedi Arakundo yang terjadi pada tanggal 3 Februari 1999 silam, atau tepat 22 tahun berlalu, yang sampai sekarang ini kasusnya belum diselesaikan.

Dalam selingan ceramahnya, Abu Paya Pasi berharap agar kehadiran Muda Seudang Kota Langsa mampu menyuarakan hak-hak rakyat dengan baik.

Selaku Ketua MUNA Aceh, Abu Paya Pasi mengatakan bahwa Muda Seudang Kota Langsa harus berjiwa sejatinya rakyat Aceh, yang mencintai Islam sebagai agamanya.

“Perjuangan ini belum berakhir untuk membawa masyarakat Aceh sejahtera,” kata ulama kharismatik Aceh itu.

Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian Materi Syariat Islam di Aceh yang di isi oleh Dr H Muhammad Nasir MA.

H Muhammad Ali (Abu Paya Pasi)

Dalam materinya, Muhammad Nasir menguraikan bahwa pelaksanaan syariat Islam di Aceh juga bagian dari perjuangan panjang bahkan berdarah-darah, Aceh satu-satunya daerah yang menjalankan syariat Islam.

“Keberadaan syariat Islam di Aceh harus diperjuangan oleh politisi-politisi Partai Aceh lewat sayap partai Aceh. Bahkan politisi yang ideal itu menjadikan syariat Islam sebagai perjuangan subtansial ke depannya,” cetus Muhammad Nasir.

Kemudian, materi lanjutan diisi oleh Muhammad Ridwansyah MH, selaku Kepala Advokasi, Politik dan Hukum DPP Muda Seudang Partai Aceh. Dalam hal ini, ia menerangkan materinya bahwa memahami kekhususan dan keistimewaan Aceh sudah dimulai dengan serius pada tataran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Aceh sangat banyak diberikan kekhususan salah satunya bahwa Pemerintah Aceh berhak mengelola pelabuhan udara dan laut tapi sampai sekarang kewenangan itu belum diberikan masih dikuasai oleh pemerintah pusat, hal ini harus menjadi perjuangan Muda Seudang Kota Langsa ke depannya,” ungkap Muhammad Ridwansyah.

“Bahkan dalam norma MoU Helsinki hak ekonomi sudah sangat jelas dominan terhadap rakyat Aceh namun hingga sekarang masih sangat belum relevan,” lanjutnya.

Disisi lain, anggota DPRA Dapil setempat Irfansyah sangat mensupport kehadiran Muda Seudang bahkan akan mensupport anggarannya baik dalam bentuk program dan non-program.

“Muda Seudang adalah wadah kalangan milenial, mereka ini pemuda-pemuda kreatif, sangat patut di dukung untuk kemajuan Partai Aceh dan Aceh,” ujar Irfansyah, yang juga salah satu Dewan Penasehat Muda Seudang Kota Langsa.

Pendidikan Politik untuk Muda Seudang

Selanjutnya, Furqan Ibrahim mantan Sekretaris DPW Partai Aceh Kota Langsa mengatakan bahwa pada dasarnya pendidikan politik bagi Muda Seudang Langsa sejatinya dapat mempengaruhi khalayak agar satu suara, satu tujuan untuk kepentingan rakyat, ia menjelaskan titiknya ialah mempengaruhi orang agar memilih calon yang diusung.

Materi terakhir di isi oleh Dr H Marzuki Hamid MM, selaku Wakil Walikota Langsa sekaligus menutup acara pendidikan poltiik Muda Seudang. Ia mengatakan Muda Seudang harus mampu mengawal Kota Langsa menjadi kota yang beradab dan ideal.

“Muda Seudang harus jadi garda terdepan dalam menyuarakan untuk tidak ada politik uang, juga penertiban pengelolaan sampah yang baik, dan men-chalange berita hoax,” ujar Marzuki Hamid yang juga Ketua Tuha Lapan Partai Aceh Kota Langsa.

Seusai penutupan, Muda Seudang Partai Aceh Kota Langsa melangsungkan Musyawarah Wilayah untuk pemilihan dan penetapan Ketua DPW Muda Seudang Kota Langsa, proses Muswil berlangsung alot dengan dua kandidat yang maju sebagai calon ketua, masing-masing mereka adalah Ridwan Firdaus dan Juli Sahera. Namun, dalam proses pemilihan Ridwan Firdaus mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua DPW Muda Seudang Kota Langsa.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...