Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 1 November 2021 episode 21 Tahun ke II dengan tema: KPK Kembali ke Aceh, Siapa Terjerat Korupsi? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Dailami Optimis Pisang Cavendish Bener Meriah Bisa Tembus Pasar Ekspor

IstPelepasan Ekspor pisang emas ke Singapur
A A A

BENER MERIAH – Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia menjalin kerjasama dengan PT Great Giant Pineapple (GGP) dalam hal ekspor pisang ke beberapa negara.

Dalam memenuhi kuantitas ekspor buah pisang emas ke negara Singapura, PT GGP menjalin kemitraan dengan petani Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Tepatnya pisang petani di Kecamatan Sember Rejo.

Bahkan, tercatat lebih dari 400 hektar perkebunan pisang petani yang ikut bermitra di Kabupaten Tanggamus tersebut.

Hal itu diungkapkan, Direktur Affairs PT GGP, Welly Sugiono yang merupakan perusahan yang bergerak di bidang buah-buahan saat pelepasan ekspor pisang mas ke Singapura dari Kabupaten Tanggamus, pada Kamis, 30 September 2021 lalu.

Menurut  Welly, pisang mas yang diekspor tersebut merupakan hasil dari perkebunan petani di kecamatan Sumber Rejo yang merupakan mitra dari PT GGP sejak tahun 2017 hingga saat ini.

Ia menerangkan, pola kemitraan yang dijalin pihaknya di Tanggamus adalah pola yang saling menguntungkan. “Pola kemitraan yang kita jalin kita anggap lebih menguntungkan bagi petani dan juga perusahan sendiri,”katanya

Pelepasan ekspor pisang mas tersebut, langsung dihadiri,  Wamen Pertanian RI, Harvick Hasnul Qalbi, Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis dan Hortikultura Kemenko Perekonomian, Asisten Bidang Ekonomi Provinsi Lampung dan  11 kepala Daerah termasuk Plt Bupati Bener Meriah yang merupakan lokus Program Kemitraan pertanian PT. GGP.

Melihat, prospek yang diperoleh baik petani maupun perusahan dalam bisnis ekspor buah pisang, Pelaksana tugas (Plt ) Bupati Bener Meriah optimis pisang Cavendish yang di kembangkan di Kabupaten Bener Meriah bisa menembus pasar eropa.

Untuk itu, Dailami menyampaikan kesiapannya untuk menjadi mitra PT GGP dalam pengembangan pisang Cavendish di Kabupaten Bener Meriah untuk pasar ekspor. “Untuk saat ini memang masih sekitar empat hektar yang sudah dipanen yang dipasarkan secara lokal,”ungkap Dailami dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 2 Oktober 2021

Namun, dirinya sangat berkeyakinan pisang Cavendish yang ada di daerah penghasil kopi arabika gayo itu akan menembus pasar ekspor, sebab, kultur tanah di daerah wilayah Kabupaten Bener Meriah cukup berpotensi mengembangkan pisang Cavendish dengan kualitas terbaik dan dapat dikembangkan ratusan hektar.

Untuk itu, Dailami meminta dukungan Kementerian dan PT GGP untuk mewujudkan hal tersebut, karena untuk lahan pengembangan pisang pihaknya telah menyiapkan lahannya. Pungkas Dailami[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...