Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Mensos

86 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang NTT

banjir bandang NTT
A A A

JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini telah menyalurkan bantuan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah ditimpa bencana banjir bandang.

"Kami sudah kirim makanan dan sarana tenda untuk kita arahkan ke Adonara, Lembata, juga ke Bima dan ke Alor, kami sudah bisa berkomunikasi dengan DPRD Alor untuk bantuan bisa dipenuhi dari setempat," kata Risma saat jumpa pers daring bersama BNPT, Senin (5/4).

Risma melanjutkan, kementeriannya juga akan menambahkan bantuan seperti makanan, kasur, selimut, dan pakaian ke Sumba Timur.

"Jadi besok pagi bantuan kami bergerak dari Maumere ke Larantuka dan menyeberang ke Adonara," jelas Risma.

Selain itu, lanjut Risma, santunan kemanusiaan juga akan diberikan kepada keluarga yang anggotanya menjadi korban jiwa. Risma mencatat saat ini sudah ada 86 korban meninggal dunia dalam bencana ini.

"Jadi kita berikan santutan untuk Bima ada 2 meninggal dan kita berikan santutan dan total (seluruhnya) 86 jiwa dan santunan akan diserahkan oleh bapak presiden," jelas Risma.

Tak Perlu Status Bencana Nasional

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan, pihaknya tidak menetapkan status bencana darurat nasional terhadap peristiwa banjir bandang di Flores Timur, NTT.

"Status bencana darurat nasional itu manakala kegiatan pemerintahan runtuh," tutur Doni saat konferensi pers virtual, Senin (5/4).

Menurut Doni, kondisi pemerintahan di Provinsi dan Kabupaten Kota wilayah terdampak banjir bandang di Nusa Tenggara Timur masih dapat berjalan. Dengan begitu, tidak perlu adanya penetapan status bencana darurat nasional.

"Kami berpikir tidak perlu ada usulan untuk menentukan status bencana darurat nasional. Cukup daerah saja yang menentukan status bencana," kata Doni.[]

Sumber:LIPUTAN6.COM
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...