Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

60 Pelanggar Prokes di Bener Meriah Jalani Sanksi Sosial

SAMSUDDINPelanggar prokes terjaring razia
A A A

BENER MERIAH – Tim gabungan yang menggelar Operasi Yustisi Protokol kesehatan (Prokes) terus melanjutkan operasi, Jumat (18/9/2020).

Hingga hari ketiga operasi yustisi itu berlangsung di Kabupaten Bener Meriah, sebanyak 300 masyarakat terjaring razia yang melanggar Prokes.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubag Humas Polres Bener Meriah Ipda Iwan AK menyampaikan, dari 300 pelangar itu, sebanyak 60 orang mendapatkan sanksi sosial dan yang lainnya mendapat sanksi teguran lisan.

“Yang menjalani sanksi sosial itu disuruh menyanyikan lagu Indonesia Raya karena mereka melanggar protokol kesehatan tidak membawa masker saat dijalan raya, sedangkan yang mendapat sangsi teguran lisan mereka yang membawa masker namun tidak memakainya,"ujar Iwan AK.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bener Meriah AKP Syabirin menyampaikan, di hari ketiga pelaksanaan operasi yustisi ini masih ada masyarakat yang terjaring oleh petugas karena tidak menjalankan protokol kesehatan

"Mudah mudahan beberapa hari kedepan kita melaksanakan Operasi Yustisi ini, kesadaran masyarakat Bener Meriah tetang protokol kesehatan bisa lebih meningkat agar dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bener Meriah,"kata Syabirin.

Seperti diketahui, tim gabungan Operasi Yustisi Protokol kesehatan (Prokes) terdiri dari Jajaran Polres Bener Meriah, Kodim 0119, Subdenpom IM/1-7, Bromob Kompy 3 Balayion B Satpol PP, Dishub dan Dinkes Bener Meriah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...