Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kewenangan kepada 14 kabupaten/kota di Aceh bersama 88 Kabupaten/Kota lainnya yang berstatus zona hijau atau belum terdampak Covid-19, untuk membolehkan masyarakat melaksanakan kegiatan yang produktif.

60 Atlet Pelatda KONI Aceh Rapid Test Covid-19

ISTIMEWARapid test covid-19 untuk 60 atlet dan pelatih
A A A

BANDA ACEH — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Aceh bersama Dinas Kesehatan Provinsi, melakukan rapid test covid-19 untuk 60 atlet dan pelatih yang saat ini menjalani Pelatda sentralisasi.

Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Sjamaun mengatakan yang menjalani rapid test itu adalah atlet Pelatda sentralisasi yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar. “Alhamdulillah, hasil rapid test atlet semua negatif Covid-19,” kata Nasir kepada wartawan, Rabu (22/4).

Nasir mengataktan, test terhadap 60 atlet dan pelatih itu berlangsung di Ruang Rapat KONI Aceh, tadi pagi. Untuk rapid test tersebut, pihaknya bekerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. “Untuk atlet Pelatda sentraliasi yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar jumlahnya 60 orang,” papar dia.

Nasir juga menyebutkan, sebelumnya KONI Aceh juga sudah menyalurkan hand sanitizer dan masker untuk atlet Pelatda PON yang sumbernya merupakan bantuan Yayasan Hakka Aceh. “Kita sangat konsen dengan atlet agar tetap sehat dan ikuti protokol cegah Covid-19 dalam pelaksanaan pelatda 2020,” ujar Nasir yang juga mantan atlet anggar ini.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh, Ferdi Yus mengatakan, test ini sebagai langkah awal penanganan wabah virus yang kini melanda dunia termasuk di Aceh. “Screning ini untuk mendeteksi awal karena atlet juga bisa saja terkena,” ujarnya.

Menurut dia, semua kita wajib menjaga diri dan juga keluarga. Karena jika ada yang diduga terkena atau dinyatakan positif langsung dilakukan isolasi di rumah sakit terdekat selama 14 hari.

"Makanya perlu kita perhatikan protokol penanganan yang dikeluarkan pemerintah dengan berdiam dirumah sehingga dapat mengurangi terkena virus yang sangat masif ini," sebutnya.

"Kalau sudah kena inilah yang membuat kita merasa terkurung sebab itu mari kita menjaga diri dengan phisical distencing, jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,"

Kata dia, penyebarannya sangat cepat bisa melalui mata, hidung dan mulut dan masuk kerongkongan terus menyerang paru-paru. "Dengan adanya screning tes ini dapat membantu atlet apakah ada yang terkena atau tidak. Tetapi kita harapkan tak ada yang terkena swab," sebut Ferdi.

Disebutkan, pemerintah juga telah mengumumkan melarang untuk pulang kampung. Tetapi hendaknya dengan situasi ini maka harus sabar dulu kalau sayang sama keluarga dan juga tenaga kesehatan.

Rubrik:KESEHATAN

Komentar

Loading...