Satu unit mobil Inova nomor polisi BL 1125 GU terperosok ke jurang, di jalan Takengon-Bireuen, tepatnya di Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesan, Kabupaten Bener Meriah, Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 16.40 WIB. Mobil naas tersebut dikendarai oleh Abdul Rahman (56), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Kampung Blang Kucak. "Sebelum kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Bireuen hendak menuju arah Takengon. Sesampainya di Kampung Lut Kucak, mobil tersebut hendak mendahului sepmor yang berada di depannya pada saat keadaan jalan menikung," kata Kasat Lantas Polres Bener Merian, Iptu Ayub.

5O Hektar Kebun Warga Rusak Akibat Amukan Gajah Liar

ISTIMEWAReje Kampung Blang Rakal Rahmadi
A A A

BENER MERIAH – Kawanan gajah liar terus bergerilya di Kampung Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa hari belakangan ini .

Sebanyak lima ekor hewan bertubuh besar itu, telah memporak porandakan perkebunan warga di lima dusun yang ada di Kampung Blang Rakal. Diantaranya Dusun Blang Rakal, Teget, Timang Rasa, Jalung 1, dan dusun Jalung 2.

Diperkirakan 50 hektar perkebunan warga menjadi amukan gajah liar sejak beberapa hari ini. Akibatnya, tanaman Durian, Alpukat, Jagung, Cabe, Coklat, Kopi, Pinang, dan Melon telah dirusak satwa yang dilindungi tersebut.

Hal itu diungkapkan Reje Kampung Blang Rakal, Rahmadi saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (9/1/2021).

Menurut Rahmadi, sejauh ini dia belum dapat memastikan siapa saja pemilik kebun yang telah dirusak gajah lair itu namun perkiraanya sebanyak 100 orang yang kebunnya dirusak.

“Semua dusun telah dimasuki gajah, dan perkiraan saya sebanyak 50 hektar kebun yang telah dirusak kawana gajah liar itu,"kata Rahmadi.

“Kawanan gajah lair itu merusak kebun warga secara hamparan, misalnya di dusun Blang Rakal sebanyak 3 hektar, Teget 5 hektar, Timang Gading 10 hektar, Jalung 1 15 hektar, Jalung 2 mencapai 17 hektar," tambahnya.

Dikatakan Reje Kampung Blang Rakal itu, untuk saat ini pihaknya fokus untuk mengiring gajah liar itu menjauh dari kawasan meraka dengan mengunakan peralatan seadanya yakni mercon. Sebab terkait bantuan untuk menganti tanaman yang telah dirusak kita telah mengusulkan berkali-kali kepada pemerintah namun hingga hari ini belum ada realisasinya.

“Mereka hanya menjawab ada nanti-ada nanti dan kondisi itu sudah berlangsung 10 tahun tapi belum ada kepastian. Dan jangankan untuk menangulangi kerugian tanaman yang dirusak untuk korban nyawa saja mereka hanya membatu kain kafan saja,"beber Rahmadi.

Untuk itu, mereka tidak mau berlarut larut dalam harapan yang belum pasti dan pihaknya lebih memfokuskan untuk mengusir kawanan setwa bertubuh besar itu dari daerah mereka.

Sementara itu,Camat Kecamatan Pintu Rime Gayo (PRG) Eddy Irwansyah Putra mengatakan, tadi malam warga bersama TNI-Polri telah berhasil mengiring gajah liar itu keluar dari perkebunan masyarakat Kampung Blang Rakal.

Pun demikian, kata Eddy gajah liar itu hanya dapat digiring sampai daerah Jalung sebab mercon tidak ada. Dan saat ini ke lima ekor gajah lair itu berda di daerah Jalung.

“Jumlahnya ada lima ekor, tiga ekor berada di dusun Teget, dua ekor di dusun Blang Rakal dan tadi malam sudah di giring ke Jalung, saat ini ke lima ekor gajah itu sudah bersatu disana," terang Camat PRG itu.

Dijelaskan Eddy, tadi malam sekira pukul 23.00 WIB gajah lair itu berhasil diseberangkan dari jalan itu menuju Jalung. Dan setiap pengiringan selalu melibatkan TNI/Polri.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...