Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Febri Diansyah:

400 Lebih Pelaku Korupsi Adalah Aktor Politik

FOTO | merdeka.comJubir KPK Febri Diansyah memberi keterangan terkait dugaan TPPU di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/5). KPK menjerat korporasi dengan sangkaan TPPU berkaitan dengan kasus yang menimpa Bupati Kebumen Mohamad Yahya Fuad.
A A A

JAKARTA - Pegiat Antikorupsi Febri Diansyah mengatakan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lapangan telah menangkap lebih dari 400 pelaku aktor politik. Menurut dia, hal itu terjadi karena penyalahgunaan kekuasaan mulai dari pencalonan sebagai kepala daerah hingga anggota legislatif.

"Kalau dilihat dari kasus ditangani KPK, lebih dari 400 pelaku korupsinya itu adalah aktor politik, anggota DPR, DPRD, gubernur, wali kota," kata Febri dalam akun Instagram pribadinya @febridiansyah.id, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (5/6).

Febri mencatat, jika ditelisik lebih jauh, maka akan muncul pihak swasta yang bermain di belakang aktor politik tersebut. Eks Jubir KPK ini meyakini, jika KPK dapat diintervensi maka kekuatan aktor politik untuk melakukan rasuah akan semakin kuat.

"Akar masalah besar dari korupsi di Indonesia dan bahkan di dunia adalah soal politik. KPK (jika) tidak independen dan melemah maka kekuatan koruptor di sektor politik akan menguat," kata dia.

Dia meyakini kekhawatirannya tidak segera dapat dibenarkan oleh KPK, maka mereka yang memiliki kepentingan pendanaan partai politik akan terjadi korupsi yang lebih masif tanpa bisa dibongkar.

"Kalau lebih masif yang bisa dijual (oleh aktor politik) adalah kewenangan mereka dengan menerima suap, APBN bisa diambil melalui proyek yang ada di kementerian, pengadaan negara atau di tempat lain di daerah, ini sangat rasional," Febri menandasi.[]

Sumber:Merdekacom
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...