Pengamat Politik dan pembangunan dari Universitas Muhammadiyah Aceh Dr Taufik A Rahim menyampaikan dari seratus kelompok penerima dana hibah COVID-19 ada diantaranya merupakan underbow Partai Politik. Hal tersebut disampaikan Dr Taufik dalam wawancara peHTem, Kamis (14/1/2021) kemarin. peHTem merupakan salah satu program Poadcash acehimage.com.

300 IKM di Bener Meriah Terima Bantuan

HUMAS BENER MERIAHBupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pelaku usaha
A A A

BENER MERIAH – Sebanyak 300 para pelaku Indukstri Kecil dan Menagah (IKM) di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah menerima bantuan. Namun saat penyerahan secara simbolis oleh Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi hanya diwakili oleh 66 penerima, Senin (14/12/2020).

Adapun bantuan yang diserahkan kepada masing-masing penerima IKM merupakan bahan baku industri kecil menengah.

"Kita berharap yang mereka terima hari ini dapat membantu meringankan beban pelaku usaha di tengah pendemi Covid-19 saat ini," kata Tgk H Sarkawi.

Sarkawi bilang bantuan yang disalurkan sebagai bentuk sebuah kepedulian pemerintah daerah dalam membantu para pelaku usaha kecil menengah.

"Bantuan yang diserahkan ini, bertujuan untuk meringankan beban pelaku usaha Industri Kecil Menengah, yang mengalami penurunan pendapatan, penurunan produksi karena adanya wabah Covid-19," sebut Sarkawi.

Sebelumnya, Kepala dinas Perdagangan Bener Meriah, Sayutiman SE menyampaikan, bantuan bagi para IKM ini adalah untuk memotivasi para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang IKM.

Sayutiman menambahkan, bahwa pemerintah hadir ditengah situasi pandemic Covid-19 dalam rangka membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan produksi pelaku usaha, khusunya yang bergerak di bidang industri kecil dan menengah.

Dalam kesempatan tersebut Sayutiman menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pendataan IKM secara langsung turun ke Kampung-kampung yang berada diseluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah kurang lebih selama dua Bulan.

Dari hasil sensus tersebut IKM di Kabupaten Bener Meriah sebanyak 1.249 unit usaha industri kecil dan menengah, sebanyak 746 unit usaha industri kecil yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19 seperti usaha industri pengolahan kopi, usaha industri aneka kerajinan, usaha industri makanan dan minuman, dan lain-lain.

Ditambahkannya, dari jumlah usaha industri kecil dan menengah yang terdampak pandemi COVID-19 hanya sebanyak 300 unit usaha industri kecil yang menerima bantuan bahan baku IKM, 300 unit usaha industri kecil yang menerima bantuan bahan baku IKM terdiri dari, usaha IKM Tahu dan Tempe sebanyak 90 pelaku usaha IKM, usaha IKM Kerajinan Bordir sebanyak 38 pelaku usaha IKM, usaha IKM Kue Kering dan Kue Basah sebanyak 116 pelaku usaha IKM, usaha IKM Keripik dan Kerupuk sebanyak 39 pelaku usaha IKM, dan usaha IKM Jamu Tradisional sebanyak 17 pelaku usaha IKM.

Adapun bantuan bahan baku IKM yang nantinya diterima masing-masing pelaku usaha IKM di Kecamatan Wih Pesam kata Sayutiman adalah, usaha Tahu dan Tempe, bantuan yang diberikan Kacang Kedelei 3 Karung, APD 1 Paket, untuk kerajinan bordir Kain Keras 1 Gulung, Kain Evita 20 Meter, Benang Extra 4 Lusin, Benang Kerawang 40 Buah.

Untuk usaha makanan berupa kue kering dan kue basah bantuan yang diberikan, Tepung Terigu 45 Kg, Gula 20 Kg, Minyak Goreng 2 Kotak, Telur 4 Papan, dan APD 1 Paket, untuk usaha Jamu Tradisional Kunyit 7 Kg, Jahe 7 Kg, Kencur 6 Kg, Asam Jawa 6 Kg, Gula Aren 5 Kg, dan APD 1 Paket.

Sementara untuk usaha Kerupuk, Tepung Tapioka 40 Kg, Gula 10 Kg, Minyak Goreng 5 Kotak, dan APD 1 Paket, untuk usaha Keripik Tepung Terigu 40 Kg, Gula 10 Kg, Minyak Goreng 5 Kotak, dan APD 1 Paket.

“Bantuan ini bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Provinsi Aceh dalam rangka pemulihan ekonomi dampak wabah COVID-19,”tutup Sayutiman.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...