Israel melancarkan gempuran udara ke sejumlah sasaran militer di Jalur Gaza pada Jumat (16/4) sebagai balasan atas serangan roket yang diduga diluncurkan Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sejumlah jet tempur dan helikopter serang "menghantam lokasi pembuatan senjata, terowongan penyelundupan senjata, dan pos militer Hamas." "Kami tidak akan membiarkan setiap ancaman terhadap warga sipil Israel," demikian pernyataan IDF seperti dikutip AFP.

24 Adegan Diperagakan dalam Rekontruksi Pembunuhan di Bener Meriah

HUMAS POLRES BENER MERIAHRekonstruksi kasus pembunuhan Darwinto Sihotang warga asal Sumatra Utara.
A A A

BENER MERIAH - Satreskrim Polres Bener Meriah menggelar rekonstruksi pembunuhan Darwinto Sihotang warga asal Sumatra Utara (Sumut), Rabu (24/2/2021).

Polisi menghadirkan langsung tersangka pembunuh Dariwinto yakni IS (33), warga Kampung Pondok Gajah, Kecamatan Badar, Kabupaten Bener Meriah.

Rekonstruksi digelar di Aula Polres Bener Meriah dijaga ketat oleh petugas aparat keamanan meskipun tidak dihadiri keluarga korban.

Dari rekonstruksi tersebut, diketahui IS menghabisi nyawa Darwinto Sihotang menggunakan linggis dengan memukul bagian tengkuk kepala korban sebanyak empat kali.

Hal tersebut dilakukan di depan kamar mandi dalam rumah tersangka IS di Kampung Pondok Gajah, Kecamatan Bandar pada 27 April 2020 lalu.

Setelah itu, jasad Darwinto Sihotang dimasukan ke dalam sebuah septic tank di belakang rumah tersangka, lalu dia menutupi lubang itu dengan pasir dan tanah.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya, SIK melalui Kasubag Humas Iptu Jufrizal, SH mengatakan, terdapat 24 adegan yang diperagakan dalam rekontruksi oleh tersangka.

“Untuk korban sendiri diperagakan oleh Bripda Munawardi dan ada sejumlah alat bukti digantikan alat peraga pengganti,” kata Iptu Jufrizal.

Dari hasil rekonstruksi tersebut, sebelum melancarkan aksinya, pada sekitar April 2020 lalu korban diketahui menginap di rumah orangtua tersangka IS.

Ketika itu, IS sedang berfikir cara membayar hutang-hutang agar bisa kembali rujuk bersama mantan istrinya.

Sehingga, sekira pukul 04.00 WIB, saat korban dalam keadaan tertidur pulas, IS melihat sepeda motor milik korban terparkir di ruang tamu. Lantas IS mencari cara agar dapat menguasai sepeda motor tersebut.

Pada sekira pukul 07.00 WIB, tersangka IS memasak mie instan untuk sarapan pagi bersama Darwinto Sihotang. Saat itu, IS mulai berfikir untuk membunuh korban agar dapat menguasai kendaraan milik korban.

Lantas usai memasak mie, sekira pukul 10.00 WIB Darwinto Sihotang berjalan menuju dapur diikuti oleh tersangka IS dengan membawa sebatang linggis yang baru diambil dari bawah meja.

Ketika itu, IS langsung memukul korban satu kali di bagian kepala sebelah kanan hingga korban pun jatuh tersengkur didapur depan kamar mandi.

Karena sudah tersungkur, IS kembali mendekati korban hingga kembali memukul bagian tengkuk kepala korban sebanyak tiga kali.

Kemudian, karena sudah dipastikan tewas lantaran sudah memasukan kepala korban ke dalam baskom yang berisikan air, IS menyeret jasad korban ke dalam kamar tidur lantas membalut mayat korban menggunakan selimut berwarna hijau.

Saat itulah, IS langsung memeriksa barang-barang dalam jaket milik korban dan menemukan dua handphone dan dompet.

Pada pukul 11.00 WIB, tersangka mendatangi mantan istrinya di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah menggunakan sepeda motor milik korban.

Namun, mantan istrinya tersebut menolak permintaan rujuk dari tersangka IS karena mengetahui jika barang-barang tersebut adalah milik Darwinto Sihotang.

Karena sudah ditolak, saat dalam perjalanan pulang, tersangka IS kembali memikirkan bagaimana cara untuk menyembunyikan jasad Darwinto yang ditinggal dalam kamar rumah tersangka.

Sesampai di rumah, tersangka IS menyeret korban ke pintu belakang rumahnya dan membuka selimut yang menutupi jasad korban.

Ketika itu, IS mengangkat dan memasukan korban ke dalam septic tank yang teradapat di belakang rumahnya.

IS pun sempat menginjak jasad korban yang sudah dimasukan dalam septic tank dengan posisi berlutut.

Kemudian, untuk menutupi aksi pembunuhan tersebut, jasad Darwinto dikubur menggunakan pasir dan tanah.

"Lantas, pihak kepolisian pun menemukan jasad Darwinto Sihotang yang sebelumnya dilaporkan hilang,"beber Jufrizal.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...