Warga Kota Banda Aceh, Yulindawati, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 7 Juli 2022 episode ke 92 Tahun ke II dengan tema: DPRK Banda Aceh Terima LPJ Walikota, Pansus Utang Bubar?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

232 Operator Kampung Ikuti Pelatihan Training of Trainer Siks-ng Online

SamsuddinKepala Dinas Sosial Bener Meriah, Ir Mahmuddin didampingi Kabid fakir miskin dan kasi
A A A

ACEHIMAGE.COM – Sebanyak 232 operatur Desa (Kampung ) se-Kabupaten Bener Meriah  mengikuti pelatihan Training Of Trainer (TOT ) Siks-ng online yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial setempat. Selasa, 7 Juni 2022 di Aula Dinas Pendidikan Bener Meriah.

Dalam laporan, Kepala Bidang (Kabid ) penanganan fakir miskin Dinas Sosial Bener Meriah, Nurcaya SKM menyampaikan, kegiatan pelatihan TOT Siks-ng online tersebut akan berlangsung sejak hari ini 7 hingga 22 Juni 2022 mendatang dengan mengundang peserta dari 10 Kecamatan.

“Peserta sendiri berjumlah 232 orang yang merupakan operator desa yang akan mengikuti dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi siang,”kata Nurcaya.

Kami berharap kepada seluruh peserta, akan bersikap kooperatif nantinya terhadap narasumber, serta menjalin hubungan komunikasi yang baik demi tercapainya tujuan kita bersama yaitu hasil akhir kegiatan ini dapat tercapai dengan baik semuanya. Jelas Nurcaya.

Semenatar itu dalam sambutanya, Kepala Dinas Sosial Bener Meriah, Ir Mahmuddin menyebutkan, pelatihan TOT itu bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dari narasumber kepada peserta yang akan diimplementasikan di Kampung masing-masing.

Untuk itu, harapan kami para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, sebab, kedepan dalam hal input menginput data akan bergeser ke Desa tidak lagi di Dinas. Pergeseran itu gunanya agar tidak terjadi khilafiah.

“Tangungjawab operator desa itu sangat besar secara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS ) yang akan digunakan oleh para pihak dalam mengakses data ini nantinya, tentu data ini sumbernya semua dari Kampung,”ujar Mahmuddin.

Terkait data itu, lanjut Kadis Sosial itu, pihaknya tidak punya kewenangan karena  Desa atau Kampung lang yang lebih tau mana yang layak dan tidak layak untuk dimasukan,”Teramusuk nanti disitu verifikasi dan validasi karena zaman sudah berubah,”jelas Mahmuddin.

Terlebih data ini di akses untuk kepentingan faskes ( Fasilitas kesehatan ) contohnya KIS (Kartu Indonesia Sehat ), kemudian bantuan yang bersifat faskes pendidikan diantaranya, Kartu Indonesia Pintar (KIP ) dan juga listrik gratis. Olehnya penting data itu disajikan secara akurat dan tepat sasaran.

“Intinya kedepan yang menginput data itu adalah operator desa, sementara kami dinas adalah penyalur sesuai data yang diinput itu. Ibaratnya kami Dinsos itu adalah paralon menyalurkan ke tempat yang telah ditentukan,”imbuh Mahmuddin.

Sekali lagi kami mengharapkan kepada seluruh peserta serius dalam mengikuti pelatihan ini, pasalnya, kedepan tidak ada lagi istilah Reje atau kepala Kampung yang Gaptek (gagal teknologi ) karena sudah ada operator Kampung yang bertugas untuk menginput data. Pungkas Mahmuddin.[]

Komentar

Loading...