Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Nasir Nurdin, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 6 Desember 2021 episode 31 Tahun ke II dengan tema: Setelah Berhasil Direbut, Mau dibawa Kemana PWI Aceh?, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Sungai Peusangan Abrasi

21 Rumah di Jamur Ujung Terancam Amblas, Satu Diantaranya Rumah Wartawan

SamsuddinDasa Yushelmi memperilahtkan kondisi rumah yang terkikis oleh sungai
A A A

BENER MERIAH – Bencana alam akibat intensitas hujan meningkat akhir-akhir ini di Kabupaten Bener Meriah, terutama bencana longsor, air meluap, bahkan abrasi sungai, dan jalan yang amblas.

Abrasi sungai di Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah tersebut mengkhawatirkan masyarakat Jamur Ujung, pasalnya sebanyak 21 rumah di daerah tersebut terancam amblas.

Bahkan, dari 21 rumah warga tersebut, 6 (enam) unit diantaranya bagian belakang (dapur ) sudah mulai terkikis dan terancam amblas ke Daerah Aliran Sungai (DAS ) Peusangan.

“Rumah bagian dapur saya sudah terkikis oleh derasnya air sungai, bahkan bagian kamar mandi sudah hampir ambruk ke sungai tersebut,”kata salah seorang warga Jamur Ujung, Dasa Yushelmi, kepada Acehimage.com, Senin, 8 November 2021.

Dasa menambahkan, selain rumahnya, lima rumah warga lainnya mengalami kondisi yang sama sudah terkikis bagian pondasi belakang. Jika tidak segera ditangani bisa saja rumah kami ini ambruk ke sungai.

Kondisi seperti ini membuat saya bersama Istri dan warga yang lain sangat khawatir, karena sewaktu-waktu derasnya air sungai tersebut terus menerus menggerus pondasi rumah kami.

“Kondisi ini tentu membuat kami khawatir dan was-was, sebab jika sungai itu meluap dapat merobohkan rumah kami.” ujar sekretaris Redaksi Media Aceh Post.

Bahkan, ayah dari tiga anak itu mengaku, ia bersama keluarga tidak berani tidur didalam rumah karena takut rumah mereka ambruk ke sungai. “Tadi malam kami sudah nggak tidur di dalam rumah, kami tidur di depan rumah kendati cuaca dingin,” ungkapnya.

Dasa menyebutkan, pada tahun 2019 yang lalu juga sudah pernah terjadi bencana seperti ini yang mengakibatkan satu unit rumah warga Jamur Ujung ambruk dan terpaksa harus dibongkar sebahagian, hal itu untuk menghindari hanyut dibawa air sungai.

Menurut wartawan Media Aceh Post itu, Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) dan Dinas PUPK Bener Meriah sudah pernah melakukan normalisasi terhadap sungai ini. Namun, sungai ini memang sangat deras normalisasi yang dibangun juga ambruk.

Untuk itu, Dasa berharap kepada Pemerintah Provinsi Aceh melalui instansi yang berwenang untuk membuat bronjong mengantisipasi abrasi sungai semakin parah.

“Jika bronjong tersebut tidak segara di bangun di bantaran sungai ini, maka ini menjadi ancaman untuk keselamatan warga yang ada disini. Untuk itu harapan kami segera di bangun bronjong tersebut untuk menghindari korban harta bahkan nyawa,” pinta Dasa .[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...