Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos, MSP, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 30 September 2021 episode 12 Tahun ke II dengan tema: Pantaskah Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Tahun 2021

 201 WBP Rutan Kelas II B Bener Meriah Terima Remisi

IstimewaPlt Bupati Bener Meriah disambut Karutan II B Bener Meriah dan Sipir Kelas II Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Sedikitnya 201 orang dari 280 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan kelas II B Bener Meriah mendapat remisi dari negara tahun 2021.

“Warga Binaan Permasyarakatan yang ada di Rutan kelas II B Bener Meriah sebanyak 280 orang, yang terdiri dari 225 orang berstatus Narapidana, dan 55 orang berstatus tahanan,”kata Kepala Rutan Bener Meriah, Bharuddin, Selasa, 17 Agustus 2021

Ia menerangkan, untuk tahun 2021, pemerintah memberikan remisi kepada 201 orang karena dinilai telah memenuhi syarat untuk menerima remisi dari pemerintah. Sedangkan 24 orang lagi belum menerima remisi tahun ini lantaran mereka masih berstatus tahanan.

“Pun demikian, meraka juga akan menerima remisi susulan apa bila nanti meraka telah memenuhi syarat,” ungkap Baharuddin

Sementara, secara simbolis, Pelaksana tugas Bupati Bener Meriah menyerahkan Surat Keputusan (SK) remisi kepada warga binaan rutan kelas II B Bener Meriah yang didampingi Forkipimda setempat, para Ketua Organisasi wanita, Kepala SKPK, Camat dan sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Bener Meriah menyampaikan sambutan Menteri Hukum nan HAM, Yasona H. Laoly, mengucapkan selamat kepada seluruh Warga Binaan Permasyarakatan yang mendapatkan remisi, baik remisi umum satu maupun remisi umum dua.

Remisi umum terbagi atas dua jenis remisi, yakni remisi umum satu dan remisi umum dua, remisi umum satu adalah untuk WBP yang mendapatkan pengurangan masa hukuman jumlahnya bervariasi antara tujuh hari hingga empat bulan. Sedangkan remisi umum dua adalah WBP yang mendapatkan pengurangan masa tahanan dan dinyatakan langsung bebas.

“Remisi adalah reward/penghargaan yang diberikan oleh negara kepada para WBP yang telah menunjukkan perubahan sikap menjadi lebih baik,” kata Dailami

Menteri Hukum dan HAM juga berharap bahwa dengan remisi ini kiranya para WBP semakin termotivasi untuk terus dan terus melakukan evaluasi diri sehingga menjadi semakin baik. []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...