Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

2 Pria Ditangkap di AS Rencana Serang Dubes Myanmar

Dubes Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun.
A A A

New York - Dua orang yang diduga berencana menyerang Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kyaw Moe Tun berhasil diamankan oleh Kepolisian Amerika Serikat. Keduanya diketahui merupakan warga negara Myanmar.

Pelaku bernama Phyo Hein Htut (28) dan Ye Hein Zaw (20) didakwa di Pengadilan federal di Westchester, New York, Amerika Serikat. Mereka terancam dijatuhi hukuman hingga lima tahun penjara atas perbuatannya.

Keduanya dilaporkan berencana menyewa pembunuh bayaran guna memaksa Kyaw Moe Tun untuk mengundurkan diri. Jika Kyaw Meoe Tun menolak, pembunuhan bayaran akan membunuhnya.

"Keduanya bersekongkol untuk melukai atau membunuh duta besar Myanmar untuk PBB dalam serangan yang direncanakan terhadap seorang pejabat asing yang akan terjadi di tanah AS," kata jaksa AS untuk distrik selatan New York, Audrey Strauss, seperti dilansir AFP, Minggu (8/8/2021)

Menurut dokumen pengadilan, biro Investigasi Federal AS menerima informasi soal rencana keduanya pada hari Selasa (3/8) lalu. Pejabat asisten direktur biro, Jacqueline Maguire, menyebut tim penegak hukum bertindak cepat setelah mengetahui potensi pembunuhan yang direncanakan di Westchester County, daerah pinggiran utara New York City, tempat duta besar itu tinggal.

"Hukum kami berlaku untuk semua orang di negara kami, dan orang-orang ini sekarang akan menghadapi konsekuensi karena diduga melanggar hukum itu," kata Maguire dalam sebuah pernyataan.

Hubungi Pembunuh Bayaran

Jaksa mengatakan Phyo Hein Htut telah berhubungan dengan seorang penjual senjata di Thailand, yang berurusan dengan militer di Myanmar. Keduanya berbicara melalui layanan obrolan video FaceTime.

Penjual senjata itu menawarkan untuk menyewa seseorang untuk melukai Dubes Kyaw Moe Tun agar dirinya mundur dari jabatannya. Namun jika menolak, penjual senjata itu mengusulkan akan melakukan sabotase pembunuhan dengan merusak ban mobil Moe Tun sehingga menyebabkan kecelakaan.

Pada Juli lalu, Ye Hein Zaw mentrasfer uang $4,000 (sekitar Rp 57,6 juta) melalui aplikasi pembayaran digital Zelle ke Phyo Hein Htut, yang diduga sebagai uang muka untuk rencana tersebut.

Hingga kini, masih belum jelas apakah para pelaku memiliki hubungan dengan junta militer atau tidak. Jika ada bukti keterlibatan resmi dari junta, AS kemungkinan akan melanjutkan tekanannya agar junta mundur.

Kyaw Moe Tun dikenal sebagai Dubes Myanmar untuk PBB yang mendesak dunia internasional untuk menghentikan kudeta militer di negaranya. Dalam sebuah surat minggu ini, dia menyerukan embargo senjata global terhadap junta.

Menurut Kelompok Pemantau Lokal, hingga kini lebih dari 900 orang tewas di Myanmar sejak kudeta berlangsung.[]

Sumber:Detikcom
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...