Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

2.437 Pekerja Aceh Timur Dapat Bantuan Subsidi Upah

ISTIMEWASejumlah peserta mengikuti webinar tentang BSU, yang diselenggara berkat kerjasama KPC-PEN, Kementerian Kominfo dan Diskominfo Kabupaten Aceh Timur, Senin (30/ 11/2020).
A A A

ACEH TIMUR - Sebanyak 2.437 pekerja yang bergaji dibawah Rp5 juta, di Kabupaten Aceh Timur, mendapat Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp600 ribu per bulan untuk tiga bulan.

Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Timur, saat menjadi keynote speaker pada Webinar bertajuk ‘Manfaat BSU bagi pekerja di masa pandemi, “Itu data sementara,” kata Drs Zulbahri MAP, Kepala Dinas Perindustrian,  Senin (30/ 11/2020).

Dalam seminar online yang digelar Komite Penanggulangan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) bersama Kementerian Kominfo dan Diskominfo Aceh Timur tersebut, Zulbahri juga merinci soal syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pekerja untuk mendapat BSU.

“Yang pertama sekali wajib WNI, dibuktikan dengan NIK yang valid, kemudian wajib terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan serta melunasi iuran BPJS minimal hingga Juni 2020, memiliki rekening bank aktif dan bergaji dibawah 5 juta,” kata Zulbahri.

Zulbahri menambahkan, total pekerja yang terdata di Aceh Timur adalah sekitar 24 ribu orang. Pihaknya berharap semua pekerja ini mendapat BSU karena sejauh ini belum ada pembatasan kuota penerima  BSU untuk Aceh Timur. Hanya saja, harapan itu terkendala dengan syarat.

“Banyak pekerja kita gagal menerima BSU lantaran NIK nya bermasalah. NIK di KTP dan KK beda. Lalu, ada juga yang tidak punya rekening bank yang masih aktif. Dan kebanyakan, para pekerja ini juga tidak terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan,” imbuh Zulbahri.

Untuk menyiasati kendala ini, Disperinnaker dan Transmigrasi Aceh Timur telah menempuh berbagai upaya sesuai kewenangannya guna membantu pekerja agar bisa dapat BSU.

Antara lain, mendata seluruh pekerja, termasuk korban PHK akibat pandemi Covid 19, berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk mendata pekerja perempuan, konsisten mendorong perusahaan agar mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta aktif BPJS-Naker serta melakukan monitoring sekaligus evaluasi bersama BPJS Cabang Langsa.

Seperti dimaklumi, BSU merupakan program andalan pemerintah pusat yang dilakukan untuk mendorong perekonomian dalam negeri menjadi lebih bergelora di tengah pandemi.Total anggaran dari program ini sebanyak Rp37,8 triliun yang akan diterima oleh 15,7 juta karyawan yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi karyawan yang berpenghasilan dibawah Rp5 juta dan terdampak wabah (Covid-19) sudah terealisasi sebesar Rp3,6 triliun. Dengan penyerapan yang sangat cepat tersebut, pemerintah optimis akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...