Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala yang baru saja dilantik pada akhir Desember tahun lalu sebagai orang nomor wahid dibidang administasi, ternyata sosok lulusan S3 ini memiliki karakter maupun cara ampuh tersendiri untuk menghindari konfirmasi dengan wartawan, Sabtu (23/01/2021). Sikap orang nomor tiga di jajaran pemerintahan Aceh Utara, terkesan seakan-akan tidak paham terhadap fungsi dan tugas seorang wartawan, Seharusnya seorang Sekda harus koperatif dengan wartawan sesuai fungsinya yang diatur seusai dalam undang undang nomor 40 tahun 1999.

1.377 Lulusan UIN Ar-Raniry Diwisuda Secara Daring dan Luring

ISTIMEWAProsesi Wisuda
A A A

BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan wisuda sebanyak 1.377 orang lulusan pada Semester Genap Tahun Akademik 2019/ 2020 secara daring dan luring.

Prosesi wisuda tersebut berlangsung selama tiga hari, 23-24 November 2020, bertempat di gedung Auditorium Prof Ali Hasyimi Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Untuk pelaksanaan wisuda dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal Youtube Kampus UIN Ar-Raniry.

Sementara untuk prosesi wisuda secara luring dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan standar protokol kesehatan (prokes) secara ketat yang dianjurkan pemerintah dan tidak mengikutsertakan pendamping atau keluarga.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Warul Walidin AK MA disela-sela proses wisuda mengatakan, bahwa pelaksanaan wisuda kali ini berbeda dengan wisuda sebelumnya karena kondisi pandemi covid-19 yang belum berakhir.

Namun kata Warul, walaupun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, prosesi wisuda berjalan dengan lancar dan penuh khidmat meski para orang tua masing-masing wisudawan tidak bisa mendampingi bagi yang memilih system luring (offline).

"Tempat duduk para wisudawan juga diberi jarak satu meter, selain itu untuk tahun ini yang hadir hanya para mahasiswa yang diwisuda tanpa didampingi orang tua maupun keluarga,” katanya, Senin (23/11/2020).

Harus menjadi strong leadership di masyarakat

Dalam amanatnya, Warul Walidin juga mengingatkan para lulusan UIN Ar-Raniry Banda Aceh terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki karena diera revolusi industri 4.0 sering kali membuat lembaga pendidikan akan berubah haluan.

“Dengan menjadi alumni bukan berarti masa belajar telah usai, masih banyak hal yang perlu dipelajari, tentunya harus menjadi strong leadership di masyarakat dan mampu menguasai bahasa asing,”pesan Warul.

Saat itu kata Warul, teknologi pendidikan telah berkembang secara eksponensial sehingga berpotensi mendisrupsi sekolah tradisional.

Berbagai inovasi disrupsi di sektor pendidikan seperti Massive Open Online Course (MOOC), Open Educational Resources (OER), Situs Tutorial Online, Social Learning Platform, Personalized/Customized/Learning, Professional Learning Network (PLN), hingga Massively Multi-Player Online (MPO).

Dengan beragam inovasi tersebut lanjut Warul, barangkali ruang kuliah tidak diperlukan lagi. Peran dosen akan berubah drastis sebagai mentor, motivator dan model. Dan yang jelas akan tersedia begitu banyak learning channel dan kampus pun tak lagi mampu memonopoli proses pembelajaran.

“Sebagai wahana pembelajaran, ‘sekolah tradisional’ akan tergeser dari posisi “core” menjadi “peripheral” ujarnya.

Proses pembelajaran katanya, tidak selamanya di ruang kuliah, akan tetapi bisa dilakukan anytime, anywhere, any platform atau device.

Selain itu, Dosen juga tak hanya yang ada di ruang kuliah tapi bisa dari manapun termasuk dosen yang diperankan oleh artificial intellegence (AI) atau augmented reality/virtual reality (AR/VR).

Oleh sebab itu, dunia pendidikan kita membutuhkan sosok muda (milenial) yang memiliki default pemikiran yang fit dengan logika zaman baru yang akan kita masuki. Anda yang di wisuda hari ini, hendaknya tidak pernah berhenti menyusun langkah dan strategi masa depan.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Drs H Gunawan Adnan MA PhD dalam laporan ia menyebutkan pada rapat senat terbuka wisuda doktor, magister, sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 berhasil meluluskan 1.722 lulusan yang terdiri dari 13 orang program doktor, 84 orang Magister Agama Islam dan 1625 orang program sarjana.

Namun yang mendaftar baik secara daring mamupun luring sebanyak 1.377 orang.

Untuk program sarjana strata satu (S1) jumlah wisudawan dari masing-masing fakultas terdiri dari 240 orang lulusan Fakultas Syari’ah dan Hukum, 650 orang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Selain itu, 133 orang lulusan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 131 orang lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dan 77 orang lulusan Fakultas Adab dan Humaniora, 230 orang lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Kemudian 68 orang Fakultas Sains dan Teknologi, 68 orang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan, serta sebanyak 28 orang lulusan Fakultas Psikologi.

Menurut Gunawan, pada prosesi wisuda kali ini dilakukan dengan dua model, yaitu secara Daring (online) dan secara luring (offline).

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...