Mengenal Lebih Dekat,

Zulfan Effendi Akan Pimpin DPD KNPI Aceh ke Depan

DSC_0153
A A A

Independensi skill, artinya seperti anak muda gampong kita beri pelatihan sesuai dengan potensi daerahnya, kalau potensi pemudanya pertanian, kita akan berikan pelatihan traktor untuk mengembangkan potensi pemuda di daerah tersebut, disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing masing,

Zulfan Effendi Calon Ketua DPD KNPI Aceh

BANDA ACEH - Zulfan Effendi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh periode 2017-2020 pada Musda XIII yang akan berlangsung 29-31 Juli 2017.

Zulfan Effendi didukung lima DPD KNPI kabupaten/kota dan 25 OKP, menyerahkan berkasnya kepada panitia di aula Kantor KNPI Aceh, di Banda Aceh.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan wadah berhimpun bagi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan wadah berhimpun bagi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), organisasi kemahasiswaan, dan pemuda profesional dibidangnya. KNPI diharapkan dapat berperan membentuk pemuda yang berkarakter yang kuat mandiri, profesional yang penuh kreatif dan inovatif, mempunyai daya pikir yang kritis untuk melakukan perubahan ke arah atau tujun yang lebih baik.

Perkembangan KNPI yang penuh dengan dinamika pernah dialamatkan kepada KNPI. Sebagai salah satu wadah organisasi resmi yang telah ada sejak Orde Baru, KNP pernah mengalami era keemasan dan titik terendah, termasukjuga perpecahan internal. Namun pasang surut perjalanan KNPI yabg bersifat situasional tersebut tidak menyebabkan lemahnya spirit pemuda dalam
membangun dan mempertahankan eksistensi organisasi ini dalam mengisi pembangunan bersama dengan pemerintah.

Perjalanan kehidupan saya dimulai dari keluarga sederhana yang tinggal di pusat Kota Banda Aceh tepatnya di Kelurahan Kuta Alam Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pada 30 September 1977 saya lahir dengan Ibu bernama Anisah Hasyim (alm) dan ayah A. Jalil Umar. Saya adalah anak keenam dari sembilan bersaudara yang terdiri dari lima saudara perempuan dan tiga saudara laki – laki. Kami hidup dari keluarga yang sangat sederhana dengan alamat Jalan Perkasa Nomor 25 Kuta Alam Banda Aceh.

Pada 10 September 2005 memutuskan menikah dengan seorang perempuan bernama Hilda Ryanti. Kini kami diberikan anugerah berupa dua putra dan seorang putri yaitu Sulthan Pasya Fahila, Sulthanah Rezky Fahila dan Sulthan Rafkha Fahila. Saya memutuskan untuk menetap di kediaman pribadi dengan alamat Komplek Pesona Alam Raya No. 2 Gampong Pasheu Beutong Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar hingga sekarang.

Bagi saya keluarga adalah segalanya, karena mereka yang selalu memberikan semangat dan selalu mendukung saya dengan kegiatan positif. Saya juga selalu bersyukur dengan apa yang Allah telah berikan di dalam kehidupan saya. Hal yang selalu ingin saya lakukan adalah bisa membahagiakan orang tua, istri beserta anak – anak saya dengan membuat mereka bangga dan bisa menjadi orang yang berguna untuk orang lain.

Pada dasarnya sama cukup ramah meskipun cenderung pendiam. Jiwa filantropi saya terbentuk karena senang membantu teman dan juga bergaul. Bekerja keras adalah bagian dari etos saya. Saya tidak bisa berhenti dalam menjalani pekerjaan hingga menghasilkan sesuatu yang maksimal. Hal ini terbentuk karena sejak kecil saya sudah terbiasa ditempa dengan kerasnya kehidupan. Hal inilah yang menjadi pengalaman hidup saya sehingga saya dapat beadaptasi dengan kerasnya perkembangan di zaman era globalisasi persaingan yang serba ketat di saat sekarang ini.

Pada tahun 1983 saya masuk Sekolah Dasar Negeri 4 Banda Aceh dan pada tahun 1989 saya lulus dibangku Sekolah Dasar. Kemudian saya melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama ke SMP Negeri 4 Banda Aceh juga di Banda Aceh sehingga pada tahun 1992 saya lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Kemudian pada tahun tersebut juga saya melanjutkan pendidikan saya ke jenjang tingkatan SLTA Negeri 5 Banda Aceh dan pada saat itu juga saya mewakili SMA Negeri 5 menjadi siswa inti se-Kota Banda Aceh yang pada saat itu
dipusatkan di SMA Negeri 1 Banda Aceh.

Saya lulus pada 1995 dan mendapatkan undangan siswa berprestasi tanpa tes di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Namun apa boleh dikata pada saat itu orang tua saya memiliki pendapatan yang pas–pasan untuk menghidupi keluarga kami sehingga saya tidak diberikan izin untuk kuliah di UGM Yogyakarta. Akhirnya saya memutuskan melanjutkan pendidikan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh tepatnya di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi. Pada saat kuliah saya lebih banyak mengikuti kegiatan ekstra kurikuler baik dilingkungan kampus maupun di
luar kampus diantaranya:

  • Atlet Panahan mewakili Aceh di Pra PON tahun 1995.
  • Aktif di organisasi baik di kalangan Nahdlatul Ulama maupun diluar Nahdlatul
  • Ulama diantaranya mengikuti pengkaderan PMII tahun 1997.
  • Wakil Bendahara IPNU NAD periode 1998 – 2001.
  • Ketua Remaja Masjid Kelurahan Kuta Alam Periode 1999 – 2003.
  • Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Putra Nahdlatul Ulama Kota Banda Aceh periode
    2000 – 2003.
  • Mengikuti pelatihan bela negara di Aceh Barat mewakili tokoh pemuda Kota
    Banda Aceh pada tahun 2003.
  • Bendahara Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ka’bah Kota Banda Aceh periode
    2000 – 2005.
  • Wakil Ketua DPD-II KNPI Kota Banda Aceh periode 2002 – 2005.
  • Wakil Ketua Panwaslu Kecamatan Kuta Alam periode tahun 2002 – 2004.
  • Wakil Ketua DPD Garda Republik Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2004.
  • Ketua Pemuda kelurahan Kuta Alam peiode tahun 2003 – 2006.
  • Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Nanggroe Aceh
    Darussalam periode 2003 – 2006.
  • Wakil Ketua DPD-I KNPI Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam periode 2005 – 2008.
  • Sekretaris Posko bersama Nahdlatul Ulama Pasca Gempa dan Tsunami Aceh.
  • Kandidat Ketua DPD II KNPI Kota Banda Aceh periode 2007 – 2010.
  • Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Aceh periode 2013 – 2016.
  • Wakil Ketua DPD KNPI Aceh Periode 2013 – 2016.

 

VISI Visi merupakan adalah impian yang harus diwujudkan dengan penuh idealisme dan kerja keras untuk mengubah realitas kekinian. Visi dalam organisasi adalah menjadi instrumen idealis, bahkan mungkin setengah utopis untuk membawa sebuah organisasi berlabuh dan bergerak ke depan dalam berkarya sehingga tetap konsisten dengan cita-cita awal pendiriannya.

Visi yang diikat dengan misi dan program kerja akan memberikan ruh dan tubuh agar ia tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Hal itulah yang ini saya lakukan dalam “mengubah cara berlari”  KNPI Aceh di masa depan menjadi lebih hidup dan bergairah menyambut perubahan dan tanda-tanda zaman.Mengacu pada keinginan dan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta menjawab berbagai tuntutan yang berkembang serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka KNPI Aceh menetapkan visi untuk tahun 2017 hingga dengan 2020 yaitu:
“PEMUDA YANG INDEPENDEN, PROFESIONAL, KREATIF DAN INOVATIF”
Visi ini merupakan keinginanbersama untuk mewujudkan tujuan kondisi dan kompetensi KNPI Aceh yang lebih baik dimasa yang akan datang. Pernyataanvisidiatasmemuat kata-kata kuncisebagaiberikut:IndependenProfesionalKreatifInovatif IndependenPemuda yang mandiri dan tunduk pada hal yang benar dalam melakukan tugas dan berkerjasama. Independensi akan menjadi KNPI percaya terhadap apa yang dicita-citakan dan tidak mudah dibengkokkan oleh kepentingan politik pragmatis elite dan kekuasaan. Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI Aceh harus mewujudkan independensinya untuk meningkatkan martabat anggota dan organisasi yang tergabung di dalamnya.

Profesional KNPI Aceh harus menjadi organisasi yang bergerak berdasarkan AD/ART dan haluan kerja yang telah dikonstitusikan dan tidak keluar dalam koridor itu. profesionalisme juga berarti bahwa seluruh proses kerja dapat mengukur dampak, hasil, dan kualitasnya. Kreatif KNPI Aceh harus menjadi motor dalam pergerakan mahasiswa dan pemuda Aceh yang lebih responsif atas dinamika dan perubahan yang memang menjadi sunnatullah waktu. KNPI Aceh juga harus mampu memunculkan ide-ide baru dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang ada.
InovatifKNPI Aceh harus mampu memunculkan beberapa opsi agar tidak berhenti hanya pada satu dimensi ide. Organisasi pemuda harus belajar dari korporasi di dunia teknologi dan komunikasi sehingga terus memperbaharui teknik dan performanya.

Misi Misi cara dalam mengaktualisasikan visi sehingga nampak lebih konkret dalam tindakan. Misi menjadikan tujuan dan sasaran mampu menemukan target secara lebih persis.
Pernyataanmisi ini menjadikan organisasikepadasuatu tujuan yang fokussertamenggambarkan secara nyata mengapaorganisasiituada, apa yang dilakukannya dan bagaimana melakukannya. Dengan misi ini diharapkan seluruh pengurus dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal organisasi KNPI Aceh, mengetahuiperandan program-program sertahasil yang akandiperoleh di masa yang akandatang.

Dalam mewujudkan visi yang telah dirumuskan, melaksanakan tugas pokok dan fungsi, serta kewenangan yang diamanatkan, untuk itu KNPI Acehmenetapkan misi, sebagai berikut:

Misi I

Meningkatkan Peran Pemuda dalam mensukseskan Kebijakan Kepala DaerahMisi pertamainimempunyaimakna KNPI Aceh sebagai wadah organisasi 

kepemudaan dituntut melaksanakan tugas fungsiyang efektifdan senantiasa sejalan dengan kebijakan kepala daerah yang sifatnya untuk kemajuan masyarakat serta dapat menyediakan informasi yang akurat serta handal dapat menjadi dasar  pengambilan keputusan oleh Kepala Daerah selaku stakeholders.

Misi II

Pembinaan dan Kerjasama antar OKP serta DPD Kabupaten/Kota 

Misi kedua ini mempunyai makna KNPI Aceh sebagai wadah tempat berhimpun para pemuda melakukan pembinaan yang kreatif dan inovatif terhadap OKP dan melaksanakan kerja sama atas progam dan kegiatan dengan OKP dan DPD Kabupaten/Kota guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Misi III

Meningkatkan Profesionalisme Pemuda Misi ketiga mempunyai makna:

Pemuda Aceh baik yang terhimpun di dalam organisasi maupun tidak merupakansumberdaya yang potensial untuk masa depan suatu daerah/bangsa. KNPI Aceh harus mampu mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam kemajuan Ilmu Pengetahun dan Teknologi Informasi. Untuk itu KNPI Aceh harus meningkatkan kemampuan baik kapasitas serta keahlian pemuda agar dapat menjawab tantangan jaman secara kreatif dan inovatif.

TujuanDalam rangka mencapai visi dan misi yang telah dikemukakan di atas dengan mempertimbangkan faktor penentu keberhasilan ditetapkan tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut:

Misi I

Meningkatkan Peran Pemuda dalam mensukseskan Kebijakan Kepala DaerahMempunyaitujuan: Peningkatan peran pemuda yang efektif dan selaras dalam pengawalan dan
kerjasama guna mensukseskan kebijakan Kepala Daerah.

Misi II

Pembinaan dan Kerjasama antar OKP serta DPD Kabupaten/KotaMempunyaitujuan:

Peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan yang dapat berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif serta bekerjasama dalam menyukseskan segala program kepemudaan.

Misi III

Meningkatkan Profesionalisme PemudaMempunyaitujuan:

Tersedianya pemuda yang mempunyai kemampuan teknis dan operasional dalam berkarya baik dalam pemerintahan, enterpreneur dan sosial.

Sasaran

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur, yakni hal yang akan diraih secara nyata dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun kedepan. Sasaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses perencanaan strategis. Fokus utama dalam penetapan sasaranya itu tindakan dana lokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan organisasi.
Indikator kinerja dibutuhkan bagi pengukuran atau penilaian keberhasilan maupun kegagalan pencapaian sasaran. Penetapan indikator kinerja suatu proses identifikasi dan klasifikasi indikator kinerja melalui sistem pengumpulan dan pengolahan data atau informasi untuk menentukan kinerja kegiatan, program dan kegiatan.Penetapan indikator kinerja harus didasarkan pada perkiraan dan perhitungan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Penetapan indikator kinerja berdasarkan suatu kelompok menurut masukan (input), keluaran (output) serta hasil (outcome).

Indikator kinerja masukan dan keluaran dapat dimonitor dan dinilai sebelum kegiatan selesai, karena masukan adalah bahan termasuk orang, material, alat dan uang yang digunakan dalam proses menghasilkan output. Sedangkan keluaran merupakan suatu wujud atau keadaan yang direkayasa melalui proses sehingga mempunyai nilai tambah untuk dimanfaatkan.

Adapun sasaran KNPI Aceh berdasarkan tujuan yang telah ditetapkanya itu sebagai berikut:

  1. Menigkatnya peran pemuda yang efektif dan selaras dalam pengawalan dan kerjasama guna mensukseskan kebijakan Kepala Daerah.
  2. Meningkatnya kapasitas organisasi kepemudaan yang dapat berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif serta bekerjasama dalam menyukseskan segala program kepemudaan.
  3. Tersedianya pemuda yang profesional, kreatif dan inovatif.

 

Stategi strategi yang ditempuh harus semakin efektif dan efisien. Strategi KNPI Aceh merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai capaian-capaia norganisasi, yang meliputi penetapan kebijakan, program, dan kegiatan dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki serta lingkungan yang dihadapi. Strategi ini ditetapkan dengan maksud untuk memberikan arah, dorongan, dan kesatuan pandang dalam melaksanakan tujuan organisasi.

Strategi yang akan dijalankan KNPI Aceh dalam mencapai visi adalah:

  1. Peningkatan Kapasitas Organisasidan Pemuda.
  2. Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Pemuda Gampong.
  3. Menciptakan sumber daya pemuda yang profesional, berkualitas, berintegritas dan independen.
  4. Mengembangkan Sistem Informasi Kepemudaan yang berbasis teknologi.
  5. Meningkatkan wawasan dan keahlian perempuan.
  6. Sosialiasai pemberdayaan ekonomi kepada pemerintah gampong dan masyarakat.
  7. Pembinaan dan kerjasama dengan OKP serta DPD Kabupaten/Kota.
  8. Melakukan Koordinasi dan sinergi dengan Funding baik Lembaga Pemerintah dan Lembaga Non-Pemerintah.

 

Seluruh gagasan yang terdapat di dalam lembaran visi dan misi ini hanya akan terjadi jika kekuatan di dalam KNPI Aceh bersatu. Dinamika yang terjadi saat ini harus menjadi proses dialektika yang mendewasakan kita. Kita harus berjalan dengan semangat sebagai sebuah organisasi hidup di Aceh, yang memiliki karakteristik daerah pasca konflik yang sedang menghidupkan
semangat perdamaian dan demokrasi berbasis lokal, tapi tidak melupakan untuk bisa bersaing dengan daerah-daerah lain yang juga sudah berlari kencang di tengah arus globalisasi ini.

Editor:AK Jailani
Fotografer:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...