Hentikan Dana Bantuan

Yordania Sebut AS Memantik Radikalisme

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

AMMAN - Yordania menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pendanaan ke badan PBB untuk pengungsi Palestina. Yordania menyebut hal itu hanya akan memicu radikalisme dan membahayakan prospek perdamaian Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi mengatakan, akan terus menggalang dukungan donor untuk mengurangi krisis keuangan akut yang dihadapi oleh agen tersebut. Yordania sendiri menampung lebih dari 2 juta dari lebih dari 5 juta pengungsi terdaftar yang dinaungi oleh lembaga tersebut.

AS mengumumkan pada hari Jumat bahwa tidak akan lagi mendukung Badan Bantuan dan Pekerja PBB (UNRWA). Awal tahun ini AS, yang lama menjadi donor terbesarnya, telah memangkas pendanaan.

"Gangguan terhadap layanan UNRWA akan memiliki implikasi kemanusiaan, politik, dan keamanan yang sangat berbahaya bagi para pengungsi dan untuk seluruh kawasan," kata Safadi.

“Itu hanya akan mengkonsolidasikan lingkungan keputusasaan yang pada akhirnya akan menciptakan lahan subur untuk ketegangan lebih lanjut. Secara politis itu juga akan semakin melukai kredibilitas upaya perdamaian,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/9/2018).

Safadi mengatakan sebuah pertemuan pada 27 September di New York di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang disponsori Yaman bersama dengan Jepang, Uni Eropa, Swedia dan Turki akan berusaha untuk menggalang dukungan politik dan keuangan untuk badan tersebut.

"Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk memastikan bahwa UNRWA mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk terus menawarkan layanannya kepada para pengungsi Palestina," tukas Safadi.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...