Pesan Taksi Online

Wisatawan Ngaku Disergap di Banda Aceh

FOTO | ISTIMEWAVideo berisi curhatan dua wisatawan yang mengaku disergap gara-gara memesan taksi online viral di media sosial.
A A A

BANDA ACEH - Video berisi curhatan dua wisatawan yang mengaku disergap gara-gara memesan taksi online viral di media sosial. Pihak kepolisan pun membenarkan.

Kejadian itu disebut terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Dalam video berdurasi 43 detik tersebut terlihat seorang perempuan berkaca mata hitam menumpahkan unek-uneknya. Dia berbicara di dalam mobil yang melaju kencang. Di sampingnya, ada seorang pria yang mendukung pernyataan perempuan tersebut. Keduanya mengaku diperlakukan seperti maling saat hendak naik ke mobil yang mereka pesan.

Lihat postingan ini di Instagram

TURIS DARI SABANG KENA SERGAP OKNUM TAKSI GARA-GARA PESAN TAKSI ONLINE DI PELABUHAN ULELHEU. . Sekelompok turis yang baru saja tiba di Banda Aceh dari Sabang mendadak di sergap bagai maling oleh oknum taksi yang berada di pelabuhan Ulelheu Banda Aceh kamis (24/1) sore. . Mereka mengeluhkan aksi tersebut, karena menurut mereka memesan taksi online ongkos yang dibayarkan jelas tanpa ribet dan juga lebih praktis karena tidak perlu nego. Para wisatawan ini menyayangkan aksi oknum tersebut yang memperlakukan mereka bagai maling, karena langsung disergap oleh beberapa oknum taksi di pelabuhan. . Mereka juga berpesan kepada pemko dan dinas terkait, seharusnya tidak terjadi hal seperti itu di kawasan wisata, karena hal itu akan mengganggu kegiatan pariwisata di daerah ini. . Terima kasih tidak berkata kasar dan menghujat di kolom komentar akun @tercyduck.aceh. . Sumber citizen mencyduck

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tercyduck Aceh Official (@tercyduck.aceh) pada

Video berisi curhatan tersebut diunggah salah satu akun Instagram di Aceh. Hingga Jumat (25/1/2019) sore, video itu sudah ditonton sebanyak 27 ribu kali dan dikomentari oleh 235 netizen. Penyebar video itu menyebut, insiden itu terjadi pada Kamis (24/1) sore di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

"Saya pesan dari aplikasinya dan ketika kita keluar untuk dijemput kita disergap oleh beberapa orang, tidak bisa pergi. (Disergap) seperti maling dan panjang lebar dibilang oh ini aturan. Ini, ini," kata perempuan tersebut memulai curhatannya.

Dia mengaku memesan transportasi online karena harganya sudah jelas sehingga tidak perlu ditawarkan lagi. Di akhir videonya, dia memberi pesan agar daerah mempermudah bagi kunjungan wisatawan.

"Dan dari sisi saya kalau ada daerah yang mau ada wisatawan harus memikirkan dari sisi wisatawan lebih gampangnya apa. Saya pesan Grab karena tidak mau nego tidak mau ribet. Saya cuma mau keluar, masuk mobil sudah tau harga tidak perlu ribet, begitu," jelasnya.

"Kalau daerah-daerah meribetkan untuk wisatawan gak bakal ada orang datang," ungkapnya di ujung video.

Sementara itu, Kapolsek Ulee Lheue Polresta Banda Aceh AKP Elfutri, membenarkan kejadian itu terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. Namun dia belum menjelaskan kronologis kejadian tersebut termasuk apakah korban melapor ke polisi atau tidak.

"Iya benar (di Pelabuhan Ulee Lheue)," jawab Elfutri singkat saat dikonfirmasi detikTravel.

Kode:47
Sumber:detik.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...