Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Wisatawan Kesal Tak Diperbolehkan Masuk Museum Tsunami

AK JAILANIWisatawan mengunjungi Museum Tsunami.
A A A

BANDA ACEH - Wisatawan mengaku kesal ketika tidak diperbolehkan masuk kedalam gedung Museum Tsunami. Padahal para wisatawan mengaku ingin melihat secara langsung seperti apa sisa-sisa bukti tsunami dahsyat melanda serambi Mekkah.

BACA JUGA:Bank Aceh Syariah dari Daerah Untuk Nasional

Para wisatawan terpaksa hanya mengabadikan moment bersama keluarga dari luar pagar gedung Museum setelah sebelumnya petugas memberi pengumuman tidak boleh masuk kedalam.

Eri Hasmuni Nainggolan, salah satu wisatawan yang mengaku berasal dari Siantar, Sumatera Utara sangat menyanyangkan ketika larangan itu berlaku.

"Itu yang sangat kita sayangkan,"kata Eri yang ditemui acehimage.com, Senin (28/12/2020) di seputar Museum Tsunami.

Ia mengaku sempat mengujungi juga beberapa situs bersejarahnya lainnya bersama keluarga. Dirinya mencotohkan seperti PLTD Apung.

Eri yang berbicara dengan khas Sumatera Utara mengaku ada dari anggota keluarga mereka yang menjadi korban saat musibah besar melanda Aceh 16 tahun silam itu.

Adapun tujuan ingin memasuki kedalam Museum Tsunami dengan dalih ingin melihat (mengamati) bukti peninggalan bencana kemanusiaan terbesar.

"Padahal ingin melihat bekas-bekas tsunami di dalamnya, Untuk mengingat kembali sejarah momen 2004,"sebutnya seraya mengatakan mereka akan mengunjungi Masjid Raya Banda Aceh.

Pengunjung lainnya, Fitri menyarankan bila dalam kondisi Pandemi sekarang bisa saja menggunakan aturan protokol kesehatan dengan membatasi jumlah pengunjung sehingga memungkinkan dapat menjaga jarak.

"Seharusnya bisa diatur, dibatasi jumlah ketika orang masuk kedalam, jadi gak ramai-ramai,"tuturnya.

Sementara berdasarkan penyampaian petugas yang berjaga disana, Museum Tsunami sudah lama tidak dibuka semenjak pandemi COVID-19 melanda.

Guna memperoleh informasi yang berimbang, acehimage.com menghubungi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin.

Namun sayangya, panggilan selular yang dilalukan wartawan media ini tidak terhubung meskipun kontak yang dihubungi dalam kondisi tersambung.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...