Anak Bolos Ngaji

WiFi di Desa Curee Aceh Diharamkan

FOTO | ILUSTRASIIlustarsi
A A A

Salah satu alasannnya pencurian terhadap Hp sudah merajalela. Karena untuk akses WiFi tidak lagi harus ke pusat kecamatan, anak-anak kecil yang nggak punya Hp mereka nyuri agar bisa duduk di WiFi. Anak-anak yang pergi ngaji juga banyak yang bolos ketika dipantau mereka ternyata asyik di tempat WiFi

Helmiadi Mukhtaruddin Kepala Desa Curee Baroh

ACEH - Sebuah desa di Aceh mengharamkan pemasangan jaringan WiFi di warung kopi yang ada di wilayah mereka. Sebab, gara-gara WiFi banyak anak-anak yang bolos ngaji.

Desa tersebut adalah Desa Curee Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Aceh. Surat pemberitahuan larangan penggunaan WiFi ini sudah disebarkan dan diteken oleh perangkat desa. Di dalam surat tersebut, terdapat dua poin namun pertama mengatur soal WiFi.

"Mengingat akibat yang ditimbulkan oleh jaringan WiFi yag merusak generasi muda terutama sekali anak-anak di bawah umur, karena WiFi sekarang sudah sangat merajalela maka dengan ini sesuai dengan hasil keputusan rapat semua pemilik jaringan WiFi yang ada di Desa Curee Baroh harus di non-aktifkan/dihentikan segera," isi surat pemberitahuan seperti dikutip detikcom, Kamis (22/11/2018).

Surat pemberitahuan tersebut dikeluarkan pada 13 November lalu dan diteken oleh tujuh perangkat desa. Surat tersebut juga ditembuskan untuk Camat Simpang Mamplam, Kantor Urusan Agama, Kepala Pos Polisi dan Komandan Posramil Simpang Mamplam.

Kepala Desa Curee Baroh, Helmiadi Mukhtaruddin, mengatakan, keputusan larangan WiFi diambil setelah perangkat desa menggelar musyawarah terkait jaringan WiFi yang mulai meresahkan. Hal itu karena WiFi di sana dinilai disalahgunakan oleh anak-anak.

"Di desa kami sudah ada enam WiFi yang dipasang di warung kopi-warung kopi. Itu letaknya sangat berdekatan," kata Helmiadi saat dimintai konfirmasi.

Menurutnya, akibat adanya WiFi banyak anak-anak di sana memilih melakukan pencurian agar dapat membeli telepon seluler. Selain itu, juga santi juga ramai bolos ngaji dan memilih nongkrong untuk mengakses internet.

"Salah satu alasannnya pencurian terhadap Hp sudah merajalela. Karena untuk akses WiFi tidak lagi harus ke pusat kecamatan, anak-anak kecil yang nggak punya Hp mereka nyuri agar bisa duduk di WiFi. Anak-anak yang pergi ngaji juga banyak yang bolos ketika dipantau mereka ternyata asyik di tempat WiFi," jelas Helmiadi.

Kode:47
Sumber:detik.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...