Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

WhatsApp Business Akan Tarik Bayaran dari Pengguna

WhatsAppIlustrasi WhatsApp Business.
A A A

JAKARTA- WhatsApp berencana akan mengenakan biaya untuk sejumlah layanan bagi para pengguna WhatsApp Business pasca meluncurkan fitur Belanja atau Shopping dan fitur hosting yang membuat pengguna bisa langsung membeli produk dari chat.

WhatsApp akan mengenakan biaya mulai dari US$0,5 sen hingga US$9 sen atau sekitar Rp6 perak hingga Rp125 perak untuk setiap pesan yang dikirim oleh pengguna WhatsApp Business. Pesan yang dikirim bisa berkaitan dengan transaksi pembelian, seperti struk belanja.

WhatsApp beralasan biaya itu untuk terus menyediakan dan memperluas layanan perpesanan teks dan panggilan suara, serta video yang terenkripsi secara end-to-end untuk lebih dari dua miliar pengguna.

WhatsApp for Business juga akan menambahkan fitur baru yang memungkinkan pembeli untuk melihat produk di dalam chat dalam bentuk katalog produk.

Chief Operating Officer WhatsApp, Matt Idema mengatakan fitur Shopping akan mulai diluncurkan tahun ini, sementara fitur hosting akan tersedia pada tahun 2021.

"Kami juga ingin mempermudah bisnis untuk mengintegrasikan fitur-fitur ini ke dalam solusi perdagangan dan pelanggan mereka yang ada," ujar Idema.

WhatsApp Business diluncurkan pada 2018 dan Facebook mengklaim bahwa 175 juta orang mengirim pesan ke akun WhatsApp Business setiap hari.

Dilansir dari Daily Mail, kebijakan monetisasi ini adalah upaya pertama Facebook untuk menghasilkan pendapatan langsung dari layanan WhatsApp.

Dilansir dari Gadgetsnow, perusahaan merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan rencana monetisasi karena orang-orang menggunakan aplikasi perpesanan untuk terhubung ke bisnis.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...