Sering Sakit Kepala?

Waspadai Bahayanya Aneurisma, Penyakit Jantung hingga Tumor

FOTO | IndependentIlustrasi
A A A

TAK sedikit orang yang menganggap sakit kepala adalah sesuatu yang biasa. Beberapa di antaranya menganggap rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Tapi ada pula yang menggunakan obat agar rasa sakitnya segera hilang.

Ada tiga jenis sakit kepala yang sering terjadi yaitu sakit kepala karena tegang, sakit kepala karena sinus, dan migrain. Seorang dokter dari Overland Park, Michael Munger mengungkapkan bila sebaiknya mulai sekarang masyarakat menganggap sakit kepala sebagai sesuatu yang jauh lebih serius. Dokter itu percaya jika sakit kepala bisa mengindikasikan seseorang terkena masalah kesehatan serius seperti tumor otak atau aneurisma.

“Banyak orang yang tidak ingin bereaksi berlebihan terhadap sakit kepala. Akan tetapi, jangan sampai mereka melakukan tindakan yang tidak tepat. Segeralah periksa ke tenaga medis bila Anda memiliki sakit kepala lebih dari dua minggu,” ungkap dokter Michael seperti yang dikutip dari Independent, Jumat (2/2/2018). Penyebab sakit kepala bisa beragam antara lain konsumsi jenis makanan tertentu, tidak cukup minum air putih, berada pada masa menstruasi, dan tidak cukup tidur.

Sementara itu, penelitian lain mengungkapkan bila migrain bisa menjadi pertanda masalah jantung. Hasil itu didapatkan setelah peneliti dari Denmark dan Amerika mengumpulkan data dari 510.000 pasien migrain dalam rentang tahun 1995-2013. Setelah dilakukan analisis, rata-rata orang yang mengalami migrain berusia 35 tahun dan 71% di antaranya adalah perempuan.

"Dalam penelitian ini, migrain dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hasil ini menunjukkan bahwa migrain harus dianggap sebagai faktor risiko yang kuat dan terus-menerus untuk kebanyakan penyakit kardiovaskular pada pria dan wanita,” ujar periset.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal mengungkapkan penyakit kardiovaskular yang terkait dengan migrain antara lain serangan jantung, stroke, pembekuan darah, dan denyut jantung tidak teratur.

Akan tetapi, penelitian ini masih bersifat observasional. Hal itu membuat peneliti belum bisa menjelaskan hubungan sebab akibat terkait hasil penelitiannya. Satu yang penting, Anda harus lebih waspada terhadap sakit kepala karena itu bukan masalah sepele melainkan bisa menyebabkan sesuatu yang berbahaya pada tubuh.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...