Gejala Flu Tak Selalu Batuk dan Bersin,

Waspada Bisa Jadi Tanda Kelainan Genetik!

FOTO | DoctorozIlustrasi
A A A

Kelainan genetik dapat memengaruhi struktur wajah dan fisik yang terlihat seperti Down Syndrome dan Achondroplasia. Tapi, kelainan genetik tidak bisa dilihat dengan begitu saja. Banyak kelainan genetik yang tidak terlihat seperti cystic fibrosis dan hypertrophic cardiomyopathy atau penyakit jantung,

Emily Clarke Konselor Genetika

KETIKA seseorang akan terserang flu, biasanya dia akan mengalami gejala seperti batuk, hidung tersumbat, dan bersin. Tapi gejala tersebut tidak selalu menjadi tanda untuk sakit flu. Sebab, orang bisa saja batuk atau bersin saat mengalami alergi. Maka dari itu, banyak yang menganggap batuk dan bersin adalah hal biasa dan bukanlah penyakit yang harus langsung mendapat perhatian.

Bila Anda termasuk orang yang masuk dalam kategori itu, tampaknya Anda harus mulai waspada. Ada sebuah fakta baru yang terungkap bahwa batuk dan bersin yang tak kunjung sembuh selama dua minggu bisa menjadi tanda kondisi genetik yang mematikan. Kondisi genetik itu disebut dengan nama cystic fibrosis.

Cystic fibrosis bisa mengakibatkan kerusakan pada sistem pernapasan dan pencernaan. Seseorang yang mengalami kondisi ini tubuhnya akan membentuk lendir yang tebal dan lengket secara signifikan pada organ-organ tubuhnya. Hal tersebut bisa memengaruhi harapan hidup seseorang karena hanya bisa bertahan hidup hingga usia 40an atau 50an.

Gejala dari kondisi genetik ini hampir sama dengan gejala flu yaitu bersin dan batuk terus menerus serta mengi. Penyebab cystic fibrosis adalah kelainan pada DNA seseorang. Hingga saat ini tercatat ada 6.000 kelainan genetik berbeda di seluruh dunia yang memengaruhi satu dari 25 orang anak.

“Kelainan genetik dapat memengaruhi struktur wajah dan fisik yang terlihat seperti Down Syndrome dan Achondroplasia. Tapi, kelainan genetik tidak bisa dilihat dengan begitu saja. Banyak kelainan genetik yang tidak terlihat seperti cystic fibrosis dan hypertrophic cardiomyopathy atau penyakit jantung,” tutur Emily Clarke seorang konselor genetika dari Genetic Disorders, Inggris seperti yang dikutip dari Express.

Kelainan kondisi genetik bisa terjada secara tiba-tiba tanpa adanya riwayat keluarga. Tapi, apabila dalam suatu keluarga terdapat riwayat kelainan genetik, maka besar kemungkinan generasi selanjutnya dari keluarga tersebut mengalami hal yang sama.

“Dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, terdapat perubahan genetik pada anak yang spontan terjadi padahal tidak diwariskan oleh orangtuanya,” pungkas Emily.

Dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, terdapat perubahan genetik pada anak yang spontan terjadi padahal tidak diwariskan oleh orangtuanya,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...