Mata Mulai Melihat Kabut Putih,

Waspada Awal Gejala Katarak

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

Itu terjadi karena tarikan secara alamiah mata membuka untuk memfokuskan mata pada subjek yang dilihat. Semakin tinggi minus, maka semakin kencang tarikan itu. Risiko retina robek pun semakin tinggi,

dr. Rita Polana, Sp.M Dokter Mata RS Pondok Indah

MATA manusia dianugerahi Tuhan dengan segala keistimewaannya. Terjadi sedikit perubahan saja akan memengaruhi banyak faktor kesehatan tubuh yang lainnya.

Masalah mata yang masih banyak dikhawatirkan masyarakat Indonesia adalah katarak. Khususnya katarak karena diabetes. Penyakit ini di Indonesia menduduki peringkat 8 penyakit yang paling banyak diderita di dunia.

Bagaimana tidak menakutkan, mereka yang berusia 40-an saja sudah banyak yang menderita diabetes dan tidak menutup kemungkinan penderita diabetes ini mengalami masalah katarak juga.

Nah, dalam masalah katarak, ternyata salah satu penyebabnya adalah kerusakan retina akibat masalah mata seperti minus. Semakin tinggi minus mata, maka semakin dekat gangguan katarak diderita.

Dijelaskan Dokter Mata RS Pondok Indah - Pondok Indah dr. Rita Polana, Sp.M, salah satu gangguan yang bakal diderita mereka yang punya mata minus adalah robeknya retina.

"Itu terjadi karena tarikan secara alamiah mata membuka untuk memfokuskan mata pada subjek yang dilihat. Semakin tinggi minus, maka semakin kencang tarikan itu. Risiko retina robek pun semakin tinggi," terang dr. Rita pada Okezone saat diwawancarai di Rumah Makan Meradelima, Jakarta Selatan.

Dr. Rita melanjutkan, ada gejala yang bisa diidentifikasi bahwa mata Anda retinanya bermasalah bahkan robek. Antara lain adalah melihat kilat atau petir secara tiba-tiba padahal itu di dalam ruangan.

Selain itu, pandangan Anda pun terganggu karena adanya kabut yang menutupi mata padahal sebetulnya tidak ada kabut sama sekali di sekeliling Anda. "Kalau sudah muncul gejala itu, segera ke dokter mata untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Risiko robeknya retina sangat tinggi kalau sudah melihat dua gejala itu," sambung dr. Rita.

Sementara itu, untuk menjaga kesehatan mata, dr. Rita sangat menganjurkan untuk semua orang pergi ke dokter mata setahun sekali. "Berbeda dengan dokter gigi yang wajib dikunjungi 2 kali dalam setahun, kalau dokter mata, sekali dalam setahun sudah cukup. Ini pemeriksaan dasar mata, ya," paparnya lantas tersenyum.

Ada beberapa hal yang biasanya diperiksa saat pemeriksaan dilakukan. Antara lain jarak pandang, tekanan bola mata, rasio CD, dan lapang pandang. Dari spesifikasi itu, ternyata ada standarnya masing-masing.

 

dr. Rita Memamparkan
  • 1. Jarak pandang penglihatan normalnya itu 6/6 atau sesuai dengan standar dokter mata Anda
  • 2. Tekanan bola mata standarnya itu 7 - 21 mmHg
  • 3. Ratio Cup Disc (cd) 0,3 - 0,3
  • 4. Lapang pandang lebar 100 derajat, ke atas 70 derajat, dan ke bawah 80.
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...