Warga Singkil Kembali Gunakan Lantai Darurat

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi Banjir
A A A

ACEH SINGKIL - Kembali menerima banjir kiriman disertai guyuran hujan tiga hari terakhir ini, 16 Desa Ibu Kota Kabupaten Aceh Singkil, kembali terendam banjir.

Pantauan wartawan Jum'at (6/1), ruas badan jalan raya di sekitar Desa Ujung Bawang, sudah tidak mampu dilintasi sepeda motor roda dua dan mobil roda empat, karena air yang berasal dari luapan Sungai Cinendang itu terus bertambah.

"Supir mobil hanya sebagian saja yang berani melintas yakni mobil dua gerdang dan truk, karena air sudah mencapai sepinggang orang dewasa, " kata Jamirin Kepala Desa ujung Bawang.

Kendati ribuan rumah masyarakat sudah terendam banjir, masyarakat sepenuhnya belum mengungsi kalaupun ada hanya ke rumah saudara. Masyarakat hanya membuat lantai darurat dan mempersiapkan perahu sederhana sebagai sarana transportasi.

Plt Camat Singkil Ricki Yodyska kepada wartawan mengatakan, sudah 16 Desa di Aceh Singkil terendam banjir, walaupun dua desa lagi masih sebahagiannya yang direndam banjir.

Desa Kecamatan Singkil yang terendam banjir yaitu, Desa Suka damai, Pemuka, Ujung bawang, Pea Bumbung, Selok Aceh, Pulo sarok, Desa pasar, Ujung, Kilangan, Suka makmur, Kuta Simboling, Teluk rumbia, Rantau gedang, Trandas Siti ambia, Teluk ambun dan Takal pasir.

"Upaya yang dilakukan terhadap dampak banjir Singkil, seperti biasa pihak kita melakukan pendataan-pendataan rumah yang terendam, " ujarnya.

Jadi, sambungnya, penanganan darurat untuk korban banjir saat ini Pemerintahan setempat mempersiapkan Truk Posko dapur umum di dua titik terparah banjir, yaitu Desa Ujung bawang dan Desa Suka makmur.

Ricki mengatakan, air bah atau banjir kiriman juga mulai menggenangi ruas jalan Singkil kemarin Kamis(5/1) sekitar pukul 16.00 WIB di beberapa desa, genangan terus tinggi menggenangi 16 Desa mengarah ke Kota Singkil dan terus bermuara ke Kuala Singkil.

Sumber air bah yang masuk ke Kota Singkil, Ibu kota Kabupaten Aceh Singkil dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter tersebut, berdasarkan pengamatan wartawan, berasal dari luapan sungai Cinendang akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir ini, terus mengalir ke Sungai Singkil dan bermuara ke laut Singkil.

Sumber: ANTARA
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...