Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Heboh!

Warga Samar Kilang Melahirkan di Tengah Jalan

ISTIMEWAWarga Samar Kilang melahirkan di tengah jalan
A A A

BENER MERIAH – Heboh, seorang warga Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah melahirkan di tengah jalan.

Informasi tersebut diposting dalam laman facebook atas nama Bustanil Aripin Bust. Saat dikonfirmasi via telephon, Kamis (29/10/2020) Bustanil Aripin membenarkan peristiwa tersebut.

"Iya, dini hari sekira pukul 02.00 wib ada warga Samar Kilang yang mau melahirkan namun tidak ada Sopir Ambulan di tempat dan tidak ada bidan di Puskesmas Syiah Utama,"kata Bustnil.

Kata Bustanil, hanya ada perawat di Samar Kilang yang kebetulan memang warga Samar Kilang tetapi yang bersangkutan bukan bidan.

“Tadi pagi mau di bawa ke Pondok Baru, belum sampaipun di kawasan Pucuk Uning warga tersebut sudah melahirkan di tengah jalan, dan kebetulan ada seorang ibu-ibu pemilik yang berkebun dikawasan itu pande membantu melahirkan,"katanya.

Warga tersebut dibawa mengunakan mobil Ambulan Puskesmas Syiah Utama karena memang mobil Ambulan tersebut stanbay di Samar Kilang hanya saja sopirnya yang tidak stanbay.

“Jadi siapa yang mau perlu dengan ambulance itu, maka harus mencari sopir karena sopir khususnya tidak tinggal di Samar Kilang,"terangnya.

Sebagai warga Samar Kilang, Bus berharap, Pemerintah daerah menempatkan tenaga kesehatan yang stanbay di Puskesmas kerena selama ini yang stanbay di sana hanya ada bidan baru yang kebetulan memang warga Samar Kilang, dan ia pun sudah kuwalahan untuk itu pihaknya berharap pemerintah menempatkan petugas yang senior.

Menurut Bus, Puskesmas Syiah Utama tersebut harus diaktifkan seperti Puskesmas lainya jangan ada lagi di buka cabang di tempat-tempat lain sehingga mereka abai dengan Puskesmas di Samar Kilang.

“Meraka selama ini mebuka cabang di Pondok baru, sehingga yang bagian piket selalu sibuk mengurus admistrasi dan kami berharap jangan ada lagi cabang agar mereka fokus di Samar Kilang untuk memberikan pelayanan kepada warga,"tegas Bustanil.

Bustanil juga berharap kepada pemerintah provinsi, agar secepatnya memperabaiki jalan Samar Kilang dengan tidak harus menunggu proyek Multyears.

Sementara saat dikonfirmasi Kepala Puskesmas Syiah Utama, Ikwan Putra S Kep membenarkan adanya warga Samar Kilang yang melahirkan di tengah perjalanan saat menuju Pondok Baru.

Menurutnya, pihaknya tadi pagi akan berangkat ke Samar Kilang untuk menjemput warga yang akan melahirkan itu, namun karena mendadak masyarakat disana sudah membawa warga dengan mobil ambulan yang stanbay di Samar Kilang.

“Kemarin petugas kita sudah pulang, tapi mobil Ambulance selalu kita tempatkan di Puskesmas karena kondisi sudah mendadak masyarakat disana yang membawa langsung ibu yang akan melahirkan itu dengan ambulan,"kata Ikwan.

Ikwan mengatakan, memang selama ini Puskesmas Syiah Utama sangat kekurangan pegawai bahkan, dia sudah pernah melayangkan surat telaahan staf kepada Sekda terkait penambahan pegawai yang di tempatkan di Samar Kilang.

Sejauh ini, hanya ada enam pegawai disana yang terdiri dari Kepala Puskesmas, dokter, TU, staf selebihnya hanya tenaga honorer yang gajinya hanya empat ratus lima puluh ribu rupiah.

“Dengan jumlah pegawai seperti itu dan gaji honorer yang sangat minim, tentu tidak dapat memberikan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat disana,"ungkap Ikwan.

Pun demikian, Puskesmas Syiah Utama selalu aktif beroperasi karena ada dua petugas yang merupakan warga Samar Kilang.

“Kita tidak ada membuka puskesmas cabang di pondok baru, memang terkait admistrasi kita kerjakan di pondok baru itupun dirumah,"terang Ikwan.

Ditambahkan Kapus Syiah Utama itu, selama ini pegawai yang ditugaskan disana banyak yang sudah pindah tugas ke tempat lain sehingga hanya tersisa enam pegawai lagi, untuk itu dia berharap agar Pemerintah menambah pegawai di Puskesmas Syiah Utama.

“Harapan saya juga, pemerintah memberikan honorium lebih kepada petugas honor di sini, karena Puskesmas Syiah Utama aksesnya cukup jauh dari Kabupaten,"pinta Ikwan.

Berikut postingan facebook Bustanil Aripin Bust

Jiwaku terpangil menggedor pintu Pemerintah yang selalu lalai dalam mengambil kebijakan yang pro rakyat. Tapi kamu cepat mengambil kebijakan ketika datang penjahat yang menyodorkan jumlah nilai yang kau harapkan.

Lalu kamu membiarkan masyarakat hidup dalam kesulitan sampai melahirkan di tengah jalan yang begitu semak dan begitu ledak mien.

Mudah-mudahan Allah memberikan kesehatan kepada bayi yang baru lahir pagi ini di pertengahan jalan Samar Kilang Pondok baru dan kedua orang tuanya, dan saya yakin kamu akan menjadi putra yang tanguh pada waktu yang akan datang.

Tulisan ini dikutip utuh dari postingan akun facebook tersebut, hanya saja memperbaiki kata-kata yang disingkat untuk disempurnakan, misalnya yg menjadi yang.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...