Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Datangi Kantor DPRK Bener Meriah

Warga Protes Kebijakan Bupati Hingga Tagih Janji Kampanye

SAMSUDINMasyarakat Bener Meriah yang tergabung dalam Aliansi Bersama Untuk Rakyat Bener Meriah ( ABUYA-BM ) mendatangi Kantor DPRK.
A A A

BENER MERIAH – Lebih dari lima puluhan masyarakat Bener Meriah yang tergabung dalam Aliansi Bersama Untuk Rakyat Bener Meriah ( ABUYA-BM ) medatangi Kantor DPRK. Mareka menyampaikan berbagai persoalan kepada legislatif, Selasa (2/6/2020).

Dari jumlah tersebut, terdiri dari perwakilan LSM, Mahasiswa, dan Pemuda. Mareka diterima langsung oleh Ketua DPRK Bener Meriah MHD Saleh, Wakil Ketua II Anwar dan sejumlah anggota DPRK seperti Syafri Kharuddin, Sapri Gumara, Abubakar, Zetmen, Herman Ramli, Baitul Hakim, Guntur Alamasyah, Yuzmuha, Darussalam, Darwinsah, Edy Julkifli, dan Wen Kunsumandana Mimija.

Banyak tuntutan yang disampaikan perwakilan ABUYA-BM tersebut, diantaranya persoalan realilasi janji kampaye Bupati saat Pilkada 2017, program taman harmoni, transparansi anggaran yang digunakan untuk penangan Covid-19 yang bersumber dari APBK.

Masyarakat juga menyampaikan persoalan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan ketahanan pangan yang menurut mereka telah menimbulkan konflik ditengah masyarakat.

Penyampaian berbeda disampaikan oleh Nasri Gayo, ia mengungkapkan rasa kecewa terhadap DPRK Bener Meriah terkait pernyataan pengunduran Bupati Sarkawi dihadapan para jamaah shalat Idul Fitri 1441 H. Menurutnya sudah memenuhi unsur untuk dimakzulkan.

Pimpinan dan Anggota DPRK Bener Meriah

“Sudah jelas orang menyatakan mundur kok malah minta surat tertulis, kalau maling mengaku akan penuh penjara,"ujar Nasri di depan para anggota Parlemen.

Selain itu, ia menginginkan penjelasan tentang pembangunan taman harmoni, menurut mareka taman harmoni menggunakan biaya hampir 4 milyaran dari dana CSR.

"Nah persoalanya beberapa kali kami meminta kejelasan anggarannya mereka menyampaikan hal itu tidak boleh di publikasi. Kalau dana itu masih didalam Bank itu wajar tidak boleh di publikasikan, tetapi kalau sudah dicairkan itu wajib mengikuti aturan memakai papan nama,"tegas Nasri.

Menurut Nasri, DPRK Bener Meriah lost control terkait pengerjaan pembangunan taman harmoni.

Beberapa perwakilan lainya, seperti Sucipta juga meminta Bupati memenuhi janji-janji kampayenya, dan Saipul meminta penyaluran bantuan jangan potongan (sumber) dari dana desa untuk masyarakat.

Sedangkan Mazmin mengatakan, gerakan ini murni, tapi di lapangan sering di intimidasi, interpensi oleh akun-akun bodong yang tidak jelas.

"Untuk itu kami meminta aparat penegak hukum untuk membongkar itu semua. Selain itu kami meminta Bupati harus bertangung jawab atas kebijakannya atas bantuan ketahanan pangan yang 500/KK sehinga menjadi huru-hara di tengah masyarakat," harap Mazmin.

Menangapi tuntutan masyarakat terkait bantuan ketahanan pangan, Ketua DPRK Bener Meriah MHD Saleh berjanji akan segera berkonsultasi dengan pemerintah daerah setempat.

"Saya akan berkonsultasi dengan Sekda, menurut DPRK dan pimpinan DPRK kita bantu saja masyarakat senilai Rp. 500 /KK enggak usah lagi kita beri bibit, kalau kita beri bibit lagi akan terjadi demo dimana-mana kalau seperti itu terjadi kapan kita akan membenahi Bener Meriah,"tegas MHD Salseh.

Sedangkan Sayfri Kharuddin, anggota DPRK Bener Meriah menjelaskan ini menyebutkan Juknis akan menjadi acuan hukum bagi Reje Kampung dalam merealisasikan anggaran dana desa termasuk ketahanan pangan. "Namun di perbub tidak secara implisit mengatur nominal anggran itu maka juknis juga belum turun dan perbub juga belum turun,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...