El Aissami,

Wapres Venezuela yang Dicap Jadi Bandar Top Narkoba

FOTO | ISTIMEWAWakil Presiden Venezuela Tareck El Aissami masuk daftar hitam Amerika Serikat setelah dituduh sebagai bandara top narkoba.
A A A

CARACAS - Sosok Wakil Presiden (Wapres) Venezuela Tareck El Aissami mendadak jadi sorotan media-media internasional. Musababnya, dia dituduh sebagai Bandar top narkoba dan telah masuk daftar hitam otoritas Amerika Serikat (AS) yang dijatuhi sanksi.

Tuduhan dari AS ini berpotensi memanaskan ketegangan antara Washington dan Caracas. Terlebih, Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah beberapa kali menuduh AS mendalangi upaya kudeta terhadap dirinya.

Selain dicap sebagai bandar narkoba, Wapres El Aissami juga dituduh terlibat pencucian uang. Departemen Keuangan AS telah mamasukkan nama Aissami dalam daftar pejabat yang dikenai sanksi berdasarkan Foreign Narcotics Kingpin Designation Act atau UU tentang Pengedar Narkotika Asing.

Departemen itu juga menargetkan 13 perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh Lopez Bello atau pihak lain, yang mencakup jaringan internasional mulai dari British Virgin Islands, Panama, Inggris, AS hingga Venezuela.

”El Aissami memfasilitasi pengiriman narkotika dari Venezuela, (dia) menyertakan kontrol atas pesawat yang berangkat dari pangkalan udara Venezuela, serta menguasai rute (perdagangan) narkoba melalui pelabuhan Venezuela,” kata seorang pejabat senior pemerintah AS dalam koenferensi telepon dengan wartawan, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/2/2017).

Departemen Keuangan mengatakan El Aissami mengawasi maupun memiliki sebagian narkotika lebih dari 1.000 kilogram yang dikirim dari Venezuela ke Meksiko dan AS pada beberapa kesempatan.

Para pejabat AS menyebut Lopez Bello sebagai ”key frontman” yang digunakan oleh El Aissami untuk menangani masalah keuangan dan pembelian aset.

Sementara itu, pemerintah Venezuela belum menanggapi permintaan komentar yang diajukan para wartawan. Pemerintah Presiden Maduro selama ini kerap menuduh para pejabat AS berusaha untuk mencoreng citra pemerintahannya.

El Aissami, menurut laporan media lokal, merupakan keturunan Suriah dan Libanon. Dia dibesarkan di wilayah Andean, Merida, sebelum akhirnya melanjutkan studi hukum dan kriminologi. Dia memulai karier politiknya sebagai seorang anggota parlemen dan seorang gubernur negara bagian di Venezuela dari Partai Sosialis. Pada bulan lalu, dia ditunjuk sebagai wakil presiden Venezuela.

Tuduhan El Aissami sebagai bandar top narkoba bukan hal baru. Kelompok oposisi Venezuela sudah lama menuduh El Aissami terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba dan mendukung kelompok-kelompok pergerakan Timur Tengah seperti Hizbullah.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...