Walilota Sabang Buka Konferensi PWI III

ACEHIMAGE.COM | JALALUDDIN ZKYFoto bersama
A A A

SABANG - Walilota Sabang Nazaruddin membuka Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) III di Mata Ie Resort, Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya Kota Sabang, Sabtu (15/09/18).

Acara tersebut dihadiri Ketua PWI Provinsi Aceh Tarmilin Usman SE MM, Ketua DPRK Sabang M Nasir, Kapolres Sabang AKBP Syahrul SIK, Dandim 0112/Sabang Letkol Czi Kholid Firdaus SE, Danlanud MUS diwakili Kadisops Mayor Lek Bambang Adji, Asisten I Andre Norman.

Ketua panitia pelaksana Zakaria Albahri, dalam laporannya mengelaporkan pelaksaan Konferensi PWI III didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, selama ini PWI Sabang telah melakukan kerjasama dan hubungan baik dengan seluruh instansi yang ada di Sabang.

Pada Konferensi PWI kali ini diikuti dua peserta yang mendaftarkan diri untuk mencalonkan menjadi peserta calon ketua PWI Sabang yakni Hendra Handyan (incumbent) dan Jalaluddin Zky, lapor Zakaria Albahri.

Sementara Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman, dalam arahannya PWI merupakan lembaga profesi yang lahir untuk menjalankan tugasnya atas panggilan jiwa. PWI sendiri lahir pada 18 Agustus 1946 di Solo Jawa Tengah, atau setahun setelah Indonesia merdeka.

Wartawan yang bertugas di Sabang dan berpayung di bawah payung PWI 90 persen sudah berkompeten, dimana 90 persen wartawan Sabang telah lulus pendidikan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Dewan Pers, paparnya.

Wartawan yang sudah UKW lanjut Tarmilin, merupakan wartawan yang dinilai telah berkompeten untuk menjalankan tugas jurnalistik dengan benar, sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan memegang teguh pada Undang-undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999, katanya.

Dijelaskan, akhir-akhir ini begitu banyak muncul media terutama media sosial, sehingga masyarakat awam sulit membedakan mana media sosial dan yang mana media pemberita. Maka, hal itu dapat dibuktikan dari sumber media yang memberitakan karena, setiap perusahaan media diwajibkan terdaftar di Dewan Pers.

Maka, setiap berita yang dikeluarkan media resmi tentunya ada dasar hukum sesuai ketentuan dan Undang-undang Pokok Pers. Oleh sebab itu, pejabat atau nara sumber lainnya tidak perlu khawatir atas pemberitaan yang dtulis wartawan berkompeten karena sudah sesuai aturan yang berlaku.

Kepada pihak Kepolisian diharapkan dalam sebuah kasus pemberitaan wartawan boleh dipanggil atas nama saksi atau tim ahli. Hal itu sesuai hasil kerja sama antara Kapolri dan Dewan Pers, jelasnya.

Walikota Sabang Nazaruddin dalam sàmbutannya mengatakan Pemko Sabang, mendukung sepenuhnya tugas dan program PWI karena tanpa ada wartawan pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. Pemko Sabang terus memperkuat kemitraan dengan media, dalam rangka pembangunan di Sabang.

"Kita harapkan wartawan yang bernaung di bawah naungan PWI Sabang, dapat menjalankan tugas jurnalistik sesuai keinginan rakyat dalam rangka membangun Sabang. Untuk itu, dengan pelaksanaan. Konferensi kiranya, dapat lahir wartawan-wartawan muda mengikuti rekan-rekan wartawan yang sudah ada. Selamat melaksanakan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia III, semoga sukses," ucapnya.

Penulis:Jalaluddin Zky
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...