Walikota Ankara Tuding Gulen Dalangi Pembunuhan Dubes Rusia untuk Turki

FOTO | detik.comAndrei Karlov dalam foto tertanggal Oktober 2016
A A A

ANKARA - Walikota Ankara, Turki, Melih Gokcek menuding ulama ternama Fethullah Gulen telah merencanakan pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov. Gokcek pun menyebut pelaku bekerja untuk FETO atau Organisasi Teroris Fethullah.

Otoritas Turki menyebut FETO sebagai organisasi teroris yang dikendalikan Gulen yang kini bermukim di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Bagi para pendukungnya, Gulen dianggap sebagai sosok inspiratif yang mempromosikan Islam toleran, namun pemerintah Turki memandang Gulen sebagai musuh negara.

Pejabat keamanan Turki telah menyatakan, penyelidikan kasus pembunuhan Dubes Rusia kini fokus pada keterkaitan pelaku dengan FETO. Pelaku diidentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas (22) yang bekerja sebagai polisi antihuru-hara di Ankara selama 2,5 tahun.

Via akun Twitter-nya, seperti dilansir media Inggris, express.co.uk, Selasa (20/12/2016), Gokcek mengaitkan Gulen sebagai dalang di balik pembunuhan Dubes Karlov. Pelaku menembak Dubes Karlov sebanyak lima kali di punggung, sebelum akhirnya dia tewas di tangan polisi setempat.

"Duta Besar Rusia untuk Turki diserang tanpa dasar. Satu-satunya tujuan dari pembunuhan ini adalah untuk menghancurkan hubungan antara Rusia dan Turki. Otoritas Turki dan Rusia tentu akan menemukan siapa saja yang bertanggung jawab atas serangan ini," sebut Gokcek.

"Tapi bisa dipastikan, pihak yang bertanggung jawab menjatuhkan jet Rusia sebelumnya, juga bertanggung jawab atas serangan ini. Pelaku adalah seorang polisi. Menurut apa yang saya dengar, pelaku adalah anggota FETO. Slogan pelaku hanya pengalihan persepsi," imbuh Gokcek, merujuk pada slogan terkait Aleppo di Suriah yang diteriakkan pelaku.

Beberapa saat usai komentar Gokcek via Twitter tersebut, pengamat ternama Turki Ihan Tanir mengomentari: "Wali Kota Ankara baru saja berbicara dan menuding 'FETO' alias kelompok Gulen sebagai aktor di balik pembunuhan, mengklaim ini sama seperti menembak jatuh pesawat Rusia."

Secara terpisah, pemimpin kelompok lobi Serikat Demokrat Turki Eropa (UETD) juga meyakini Gulen ada di balik serangan mengerikan ini. "Gulen atau gangguan mental serius merupakan satu-satunya penjelasan yang bisa saya pikirkan. Setiap hari, sesuatu terjadi. Ini pasti upaya yang direncanakan untuk mengganggu stabilitas negara dan mungkin mengupayakan kudeta pada akhirnya," tudingnya.

Ulama Gulen telah menyatakan kecaman keras terhadap pembunuhan Dubes Karlov ini dan menyebutnya sebagai 'aksi teror keji'.

Sumber:detik.com
Rubrik:AcehDunia

Komentar

Loading...