Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Upacara HUT Kemerdekaan RI di Abdya Berjalan Lancar

FOTO | ANTARAPasukan Pengibar bendera pusaka (Paskibraka) bersiap mengibarkan bendera merah putih dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Aceh Barat Daya, Sabtu (17/8/2019)
A A A

ABDYA - Upacara peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, yang diikuti ribuan peserta dari berbagai intansi di daerah itu berjalan lancar, Sabtu.

Ribuan peserta yang menghadiri upacara HUT RI tersebut terdiri dari seluruh pejabat pemerintah Kabupaten Abdya, unsur Forkompimkab, TNI-Polri, PNS, OKP, pelajar dan tokoh-tokoh masyarakat.

Upacara detik-detik proklamasi Kemerdakaan RI yang berlangsung di lapangan bola kaki Persada Kota Blangpidie itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan inspektur upacara Bupati Abdya, Akmal Ibrahim.

Sebelum berlangsungnya pengibaran bendera merah putih, Bupati Akmal Ibrahim mengajak seluruh peserta upacara dan seluruh lapisan masyarakat yang hadir untuk mengheningkan cipta mengenang jasa pahlawan yang telah gugur di medan perang dalam merebutkan kemerdekaan Tanah Air tercinta ini.

Sementara yang membacakan teks proklamasi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, Zaman Akli. Begitu juga dengan pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) dari siswa-siswi sekolah menegah atas daerah itu.

Wakil Bupati Abdya, Muslizar, Kapolres Abdya AKBP Moch Basori, Dandim 0110 Abdya Letkol ARM Iwan Aprianto, Kejari Abdya, Abdur Kadir, Ketua Pengadilan Negeri Blangpidie, Ketua Mahkamah Syariat Abdya, mantan Pj Bupati Abdya Burhanuddin Sampe, dan seluruh kepala SKPK  setempat.

Usai upacara bendera merah putih, panitia menggelar berbagai hiburan rakyat, seperti Marching Band dari para pelajar, Hikayat Tradisonal Aceh (Peugah Haba), terakhir pergelaran kesenian tradisional Aceh, rapai geleng massal.

Menurut informasi yang diperoleh dilapangan bahwa pergelaran kesenian rapai geleng massal tersebut dilakukan oleh 2.019 remaja yang berasal dari 152 desa di sembilan Kecamatan dalam Kabupaten Abdya.

Menurut protokoler, rapai geleng massal yang ditampilkan usai upacara bendera merah putih dalam rangka HUT RI tersebut digagas oleh istri bupati Akmal Ibrahim, Ny Ida Agustina bersama Dewan Kesenian Aceh (DKA) Abdya.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...